PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Kamis, 22 Januari 2026

6 Manfaat Beras Porang untuk Kesehatan Tubuh

6 Manfaat Beras Porang untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 22 Januari 2026

Beras porang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan saat dikonsumsi secara rutin.


Beras porang kini semakin populer sebagai alternatif nasi putih yang lebih sehat. Teksturnya yang mirip nasi dengan kandungan kalori yang jauh lebih renda, membuatnya menjadi pilihan favorit bagi mereka yang sedang menjalani diet atau menerapkan pola hidup sehat.

Beras porang juga mengandung glukomanan (serat alami), dan terbilang rendah kalori. Nah, mau tahu apa saja manfaat beras porang untuk kesehatan tubuh? Berikut ulasannya!

Berbagai Manfaat Kesehatan dari Beras Porang

Manfaat kesehatan dari beras porang berikut ini:

1. Menurunkan Kolesterol

Salah satu manfaat beras porang saat dikonsumsi secara rutin adalah mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Hal ini berkat kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya.

Di sisi lain, beras ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Selain itu, kandungan lemaknya sangat rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

2. Meredakan Peradangan

Beras porang juga baik dalam menurunkan peradangan pada tubuh. Sifat antikoagulan dan antiinflamasi yang terkandung pada makanan ini dapat mencegah penggumpalan pada arteri dan mengurangi tekanan darah tinggi.

Pada akhirnya, peradangan pada tubuh menurun dan mampu melindungi kesehatan jantung.

3. Menjaga Kadar Gula Darah

Jika ingin menjaga kadar gula darah tetap normal, mengganti beras yang biasa dikonsumsi dengan porang bisa menjadi solusi yang tepat.

Sebab, indeks glikemik pada makanan ini di bawah 51, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik bagi seseorang dengan diabetes sekalipun.

Beras porang dapat mencegah lonjakan kadar darah secara tiba-tiba dan meningkatkan produksi insulin pada tubuh. 

4. Membuang Racun pada Tubuh

Porang juga kaya akan kandungan serat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan fungsi hati.

Sehingga, detoksifikasi bisa berjalan dengan baik. Maka dari itu, makanan ini dikenal dengan sifat hepatoprotektifnya, yaitu mengeluarkan racun dari tubuh, sehingga mencegah parasit untuk berkembang biak.

5. Meningkatkan Fungsi Kognitif

Ada banyak sekali kandungan pada beras porang yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk memori, fokus, dan konsentrasi. Nah, beberapa nutrisi tersebut, seperti asam lemak omega-3, zinc, selenium, magnesium, hingga fosfor.

Bahkan, dengan mengonsumsi makanan ini secara rutin dapat membantu seseorang dalam melawan depresi, kecemasan, hingga pencegahan gangguan neurodegeneratif.

Maka dari itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan ini pada menu harian.

6. Meningkatkan Sistem Imun

Porang juga dapat menjadi probiotik alami yang mampu melindungi kesehatan usus. Dengan begitu, sistem imunitas tubuh lebih terjaga kemampuannya dalam melindungi dari berbagai penyakit.

Selain itu, fungsi antibakteri dalam makanan yang berasal dari umbi-umbian ini juga mampu melawan infeksi, membersihkan racun, serta mengatasi berbagai masalah pencernaan agar tetap sehat.

Beras Porang vs. Beras Shirataki: Apa Bedanya?

Meskipun sering dianggap serupa, beras porang dan beras shirataki memiliki perbedaan:

  • Beras porang: Tampilannya lebih mirip nasi putih (putih pekat) dengan tekstur yang lebih lembut dan familiar bagi lidah orang Indonesia.
  • Beras shirataki: Lebih bening dan transparan dengan tekstur yang lebih kenyal seperti jelly.

Keduanya terbuat dari umbi porang, tetapi proses pengolahan yang berbeda menghasilkan tekstur dan tampilan yang berbeda. Kandungan nutrisinya pun relatif mirip, keduanya rendah kalori dan tinggi serat.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Beras Porang

Sebelum mengonsumsinya, begini tips memilih dan mengolah beras porang:

  • Perhatikan komposisi: Pilih beras porang murni 100 persen untuk mendapatkan manfaat maksimal. Beberapa produk mencampurkan tepung lain (seperti tapioka atau beras padi) agar lebih terjangkau. Baca label dengan cermat.
  • Pilih bentuk yang sesuai: Beras porang tersedia dalam kemasan instan (sachet) atau curah. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kamu.
  • Perhatikan cara memasak: Ikuti petunjuk penyajian pada kemasan. Biasanya, beras porang cukup diseduh dengan air panas selama 15-20 menit.
  • Kombinasikan dengan makanan sehat lainnya: Konsumsi beras porang sebagai bagian dari diet seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak.

Tips Mengonsumsi Beras Porang

Beras porang kini banyak dipilih sebagai alternatif beras putih karena rendah kalori dan tinggi serat. Namun, agar manfaatnya optimal, kamu perlu tahu cara mengonsumsi beras porang dengan benar.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

  1. Rendam sebelum dimasak.
    Sebaiknya rendam beras porang selama 15–20 menit untuk mengurangi aroma khas dan memastikan teksturnya lebih pulen setelah dimasak.
  2. Gunakan perbandingan air yang tepat.
    Karena beras porang menyerap air lebih banyak dibanding beras biasa, gunakan perbandingan 1:2 atau sesuai petunjuk kemasan agar hasilnya tidak lembek.
  3. Campur dengan beras biasa jika belum terbiasa.
    Untuk kamu yang baru pertama kali mencoba, campurkan beras porang dengan beras putih dengan rasio 50:50 agar lidah lebih mudah beradaptasi dengan rasa dan teksturnya.
  4. Jangan memanaskan ulang terlalu sering.
    Kandungan serat glukomanan bisa berubah jika dipanaskan berulang kali, sehingga sebaiknya konsumsi dalam keadaan segar setelah dimasak.
  5. Kombinasikan dengan lauk bergizi.
    Supaya kebutuhan gizi tetap seimbang, sajikan beras porang bersama sumber protein seperti ikan, ayam, atau tahu-tempe, serta sayuran kaya vitamin dan mineral.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menikmati beras porang sebagai pilihan karbohidrat yang lebih sehat tanpa mengorbankan cita rasa dan nilai gizinya.

Itulah berbagai manfaat dari konsumsi beras porang terhadap kesehatan yang bisa dirasakan.

Maka dari itu, pastikan untuk mengganti beras yang dikonsumsi harian dengan porang, bahan dasar yang lebih menyehatkan.

Namun sebelum itu, sebaiknya untuk berdiskusi dengan dokter pribadi terlebih dahulu untuk menghindari berbagai efek sampingnya.



Sumber : halodoc.com

Rabu, 21 Januari 2026

Manfaat Makan Ikan untuk Kesehatan yang Tak Terduga

Manfaat Makan Ikan untuk Kesehatan yang Tak Terduga

Rabu, 21 Januari 2026

Mengonsumsi ikan secara rutin merupakan investasi kesehatan untuk menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko penyakit jantung.


Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang sangat direkomendasikan oleh pakar kesehatan di seluruh dunia karena profil nutrisinya yang lengkap.

Kandungan asam lemak omega-3, vitamin D, dan mineral esensial di dalamnya menjadikan ikan sebagai asupan kunci untuk menjaga performa jantung hingga ketajaman fungsi otak.

Memasukkan ikan ke dalam menu harian bukan sekadar urusan pemenuhan kalori, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan mental dan fisik keluarga.

Kandungan Nutrisi Ikan yang Membuatnya Istimewa

Ikan mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk:

  • Asam lemak omega-3 (EPA dan DHA).
  • Protein berkualitas tinggi.
  • Vitamin D.
  • Vitamin B12.
  • Yodium.
  • Selenium.
  • Zat besi.

Manfaat Makan Ikan yang Sayang Dilewatkan

Ikan bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi ikan secara teratur sebagai bagian dari diet sehat.

Nah, berikut berbagai manfaat kesehatan dari mengonsumsi ikan:

1. Menjaga kesehatan jantung

Asam lemak omega-3 pada ikan telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Omega-3 membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah pembentukan plak di arteri.

2. Meningkatkan fungsi otak dan memori

DHA, salah satu jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada ikan, sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Konsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan kemampuan kognitif, memori, dan konsentrasi.

3. Mencegah depresi dan menjaga kesehatan mental

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin makan ikan cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi. Omega-3 dapat memengaruhi neurotransmiter di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.

4. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak

Ikan merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Omega-3 sangat penting untuk perkembangan otak dan mata anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menganjurkan pemberian ikan pada bayi dan anak-anak sebagai bagian dari makanan pendamping ASI (MPASI).

5. Sumber vitamin D alami

Vitamin D penting untuk kesehatan tulang dan kekebalan tubuh. Ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon dan tuna, merupakan sumber vitamin D yang baik.

Jenis-Jenis Ikan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Berikut adalah beberapa jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi:

  • Salmon.
  • Tuna.
  • Sarden.
  • Makarel.
  • Nila.
  • Lele.
  • Ikan mas.

Secara umum, ikan dibagi menjadi tiga kelas utama, agnatha (ikan tanpa rahang), chondrichthyes (ikan bertulang rawan), dan osteichthyes (ikan bertulang keras). Ikan-ikan konsumsi yang disebutkan di atas termasuk dalam kelas osteichthyes.

Tips Konsumsi Ikan yang Sehat dan Aman

Berikut tips mengonsumsi ikan yang sehat dan aman:

  • Pilih ikan yang segar dan berkualitas baik.
  • Masak ikan dengan cara yang sehat, seperti dikukus, dipanggang, atau direbus. Hindari menggoreng ikan terlalu sering.
  • Batasi konsumsi ikan yang tinggi merkuri, seperti ikan todak dan hiu, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
  • Variasikan jenis ikan yang dikonsumsi untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang optimal.

Kesimpulan

Manfaat makan ikan sangatlah banyak, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan fungsi otak.

Konsumsi ikan secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Pilih ikan yang segar, masak dengan cara yang sehat, dan variasikan jenis ikan yang dikonsumsi.



Sumber : halodoc.com