PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Sabtu, 31 Januari 2026

Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Vitamin D dan Cara Mengatasinya

Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Vitamin D dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 31 Januari 2026

Vitamin D juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan otot.


Vitamin D merupakan nutrisi penting untuk kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh anak.

Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-ciri anak kekurangan vitamin D agar dapat segera diatasi.

Apa Itu Vitamin D dan Mengapa Penting untuk Anak?

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor, yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat.

Vitamin D juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan otot.

Pada anak-anak, vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah seperti rakhitis, suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah.

Ciri-Ciri Umum Anak Kekurangan Vitamin D

Pada banyak kasus, kekurangan vitamin D pada anak seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Gejala yang muncul pun bisa bervariasi dan seringkali mirip dengan kondisi medis lainnya, seperti kelelahan atau kurang tidur.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai beberapa ciri umum yang mungkin mengindikasikan kekurangan vitamin D pada anak.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri anak kekurangan vitamin D yang sering dilaporkan:

  1. Nyeri dan kelemahan otot: Anak mungkin mengeluh otot terasa lemah, kram, atau sakit di sekitar tulang.
  2. Sering lelah dan lesu: Anak tampak lebih cepat lelah, kurang berenergi, mudah mengantuk, atau tidak bersemangat seperti biasanya.
  3. Pertumbuhan lambat atau terlambat: Pertumbuhan tinggi badan anak mungkin lebih lambat dibandingkan dengan teman seusianya.
  4. Nyeri pada tulang dan sendi: Anak mungkin mengeluh sakit pada tulang, pinggul, kaki, atau punggung.
  5. Rakhitis: Kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan rakhitis, di mana tulang menjadi lunak dan bengkok, terutama terlihat pada kaki yang berbentuk “O” atau “X”.
  6. Fontanelle lambat menutup pada bayi: Pada bayi, tulang tengkorak yang lembut mungkin terlambat menutup.
  7. Keterlambatan perkembangan motorik: Bayi dan balita mungkin mengalami keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan motorik seperti duduk, merangkak, atau berjalan.
  8. Mudah Sakit: Karena vitamin D penting untuk sistem kekebalan tubuh, kekurangan vitamin ini dapat meningkatkan risiko infeksi seperti batuk pilek berulang.

Gejala Serius Kekurangan Vitamin D

Dalam kasus yang jarang terjadi, kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti:

  • Kejang atau Spasme Otot: Akibat kadar kalsium darah yang rendah.
  • Fraktur (Tulang Mudah Patah): Karena tulang menjadi sangat lemah.

Pahami Dosis dan Aturan Pakai Vitamin D yang aman untuk tubuh!

Penyebab Anak Kekurangan Vitamin D

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak kekurangan vitamin D, di antaranya:

  • Kurangnya paparan sinar matahari: Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan atau tinggal di daerah dengan sedikit sinar matahari berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D.
  • Asupan vitamin d yang tidak cukup: Vitamin D dapat diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, dan produk susu yang diperkaya. Anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan ini dalam jumlah yang cukup berisiko kekurangan vitamin D.
  • Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis, seperti penyakit Crohn, penyakit seliak, dan fibrosis kistik, dapat mengganggu penyerapan vitamin D.
  • Obesitas: Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti dapat disimpan di dalam sel-sel lemak. Anak-anak yang mengalami obesitas mungkin memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dalam darah karena vitamin D “terperangkap” di dalam sel-sel lemak.

Diagnosis Kekurangan Vitamin D?

Jika si kecil menunjukan gejala kekurangan vitamin D, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memesan tes darah untuk mengukur kadar vitamin D anak kamu.

Kadar vitamin D yang rendah dalam darah menunjukkan kekurangan vitamin D.

Cara Mengatasi Kekurangan Vitamin D pada Anak

Pengobatan untuk kekurangan vitamin D pada anak meliputi:

  • Suplemen vitamin d: Dokter mungkin akan meresepkan suplemen vitamin D untuk membantu meningkatkan kadar vitamin D anak kamu. Dosis suplemen akan tergantung pada usia anak kamu, tingkat keparahan kekurangan vitamin D, dan kondisi medis lainnya.
  • Perubahan pola makan: Dorong anak kamu untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti ikan berlemak (salmon, tuna, mackerel), telur, dan produk susu yang diperkaya.
  • Paparan sinar matahari: Usahakan agar anak kamu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Paparan sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu biasanya sudah cukup untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, penting untuk diingat untuk selalu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit anak kamu dari kerusakan akibat sinar matahari.

Pencegahan Kekurangan Vitamin D pada Anak

Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kekurangan vitamin D pada anak, di antaranya:

  • Pastikan asupan vitamin d yang cukup: Berikan anak kamu makanan yang kaya vitamin D atau suplemen vitamin D sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Ajak anak bermain di luar ruangan: Dorong anak kamu untuk menghabiskan waktu di luar ruangan setiap hari, terutama di pagi hari saat sinar matahari belum terlalu terik.
  • Konsultasi dengan dokter: Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kadar vitamin D anak kamu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, bayi berusia 0-12 bulan membutuhkan asupan vitamin D sebanyak 400 IU per hari, sedangkan anak-anak berusia 1-18 tahun membutuhkan 600 IU per hari.

WHO juga merekomendasikan suplementasi vitamin D untuk kelompok risiko tinggi, seperti bayi yang hanya mendapat ASI eksklusif dan anak-anak dengan obesitas.



Sumber : halodoc.com

Jumat, 30 Januari 2026

Beberapa Manfaat Tak Terduga dari Jambu Bol untuk Kesehatan

Beberapa Manfaat Tak Terduga dari Jambu Bol untuk Kesehatan

Jum'at, 30 Januari 2026

Selain karena rasanya yang enak, jambu bol ternyata juga banyak digunakan sebagai penunjang kesehatan.


Jambu bol adalah jenis jambu berkulit merah dengan tekstur daging yang lebih lembut dan padat dibandingkan varietas jambu lainnya. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, khususnya di hutan hujan dataran rendah Semenanjung Malaysia, Jawa, dan Sumatra.

Manfaat jambu bol bisa kamu peroleh dengan mengonsumsinya langsung, mengolahnya menjadi rujak, atau dijadikan saus salad dan selai.

Selain memiliki rasa yang lezat, buah ini juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh. Mengonsumsi jambu bol secara rutin dapat membantu memperoleh berbagai manfaat kesehatannya.

Kandungan Nutrisi Jambu Bol

Jenis jambu ini mengandung beberapa kandungan baik, seperti: 

  • Energi sebesar 56 kilokalori.
  • Protein 0,6 gram.
  • Karbohidrat 14,2 gram.
  • Lemak 0,3 gram.
  • Kalsium 29 miligram.
  • Fosfor 16 miligram.
  • Zat besi 1 miligram. 
  • Vitamin A sebanyak 130 IU.
  • Vitamin B1 0,02 miligram.
  • Vitamin C 22 miligram. 

Manfaat Jambu Bol yang Tak Terduga untuk Kesehatan

Karena kandungannya, jambu ini dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa kegunaan jenis jambu ini untuk kesehatan:

1. Mencegah diabetes

Jambu bol dipercaya dapat membantu mencegah diabetes. Buah ini berfungsi sebagai pengganti gula biasa yang sering dikonsumsi.

Kandungan gula dalam buah ini cenderung rendah namun tetap dapat memenuhi kebutuhan gula tubuh. Oleh karena itu kadar gula darah bisa lebih terkontrol dengan mengonsumsi jenis jambu ini.

2. Melancarkan sistem pencernaan

Pengidap gangguan pencernaan kebanyakan terjadi karena kekurangan serat dalam tubuh. Bagi pengidap yang sering kesulitan buang air besar, kemungkinan besar mereka kekurangan kandungan serat.

Jambu ini memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan karena buah ini banyak mengandung serat yang baik untuk sistem pencernaan tubuh.

3. Mengobati sariawan

Pengobatan sariawan dapat dilakukan dengan mengonsumsi jambu bol. Karena jambu ini merupakan sumber vitamin C yang baik. Dengan kata lain, jambu ini bisa kamu konsumsi jika sedang mengalami sariawan. Jambu ini dapat menyembuhkan sariawan dan mencegah infeksi pada mulut.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Mungkin terkadang kamu merasa daya tahan tubuh sedang menurun sehingga sering terkena penyakit. Tidak perlu khawatir tentang hal itu. Jambu bol terdiri dari 22 miligram vitamin C per 100 gram yang dapat membuat sistem kekebalan lebih kuat dan memenuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuh. Kandungan vitamin dalam jambu ini dapat membantu untuk menyingkirkan berbagai penyakit yang akan menyerang kesehatan tubuh.

5. Mengatasi disentri

Buah ini juga memiliki khasiat untuk mengatasi disentri. Penyakit ini merupakan penyakit menular sehingga perlu ditangani secepatnya agar tidak menyebar dengan cepat. Mengonsumsi jambu ini dapat menurunkan risiko tertular disentri dan juga menyembuhkan penyakit disentri.

6. Memperkuat tulang

Zat besi dalam buah ini dapat membantu tulang menjadi lebih kuat. Jenis jambu ini cukup bermanfaat untuk mencegah osteoporosis atau masalah tulang lainnya.

7. Menjaga kesehatan kulit

Jumlah Vitamin A dan C yang cukup dapat diperoleh dari buah ini. Hal ini akan membantu mencegah kerusakan kulit akibat stres oksidatif yang disebabkan oleh pola makan yang buruk, stres, dan polusi. Buah ini juga dapat mengurangi kekeringan pada kulit penyebab kerutan.

Tips Mengonsumsi Jambu Bol

Berikut adalah beberapa tips untuk menikmati jambu bol secara optimal:

  • Pilih buah yang matang: Pilih jambu bol yang berwarna merah cerah dan memiliki aroma yang harum.
  • Cuci bersih sebelum dikonsumsi: Cuci jambu bol dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida.
  • Konsumsi dalam jumlah sedang: Konsumsi jambu bol dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Variasikan cara konsumsi: Jambu bol dapat dinikmati langsung, dibuat jus, rujak, atau selai.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun jambu bol memiliki banyak manfaat kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap jambu bol. Jika mengalami gejala alergi seperti gatal-gatal, ruam, atau kesulitan bernapas, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.
  • Konsumsi berlebihan: Mengonsumsi jambu bol dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare atau sakit perut. Sebaiknya konsumsi dalam jumlah yang wajar.
  • Interaksi obat: Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi jambu bol secara teratur, karena dapat terjadi interaksi yang tidak diinginkan.

Cara Menikmati Jambu Bol

Jambu bol dapat dinikmati dengan berbagai cara:

  • Dimakan langsung: Jambu bol dapat dinikmati langsung sebagai buah segar. Cuci bersih dan nikmati daging buahnya yang renyah dan manis.
  • Jus: Jambu bol dapat diolah menjadi jus yang menyegarkan. Campurkan dengan buah-buahan lain untuk rasa yang lebih bervariasi.
  • Salad buah: Tambahkan jambu bol ke dalam salad buah untuk menambah rasa dan nutrisi.
  • Manisan: Jambu bol juga dapat diolah menjadi manisan yang lezat.

Kesimpulan

Jambu bol adalah buah tropis yang kaya akan nutrisi dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan.

Mulai dari meningkatkan sistem imun, menjaga kesehatan pencernaan, hingga melindungi jantung dan mengontrol kadar gula darah.

Dengan mengonsumsi jambu bol secara teratur sebagai bagian dari diet sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.



Sumber : halodoc.com