Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah di arteri meningkat. Kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya jika tidak diobati.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, hipertensi adalah silent killer karena seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar dapat mendeteksi dan mengelola kondisi ini sejak dini.
Kabar baiknya, ada banyak cara menurunkan darah tinggi secara alami dan cepat. Mulai dari mengatur pola makan, olahraga, hingga teknik relaksasi.
Bahkan ada cara menurunkan tensi dalam 10 menit yang bisa jadi pertolongan pertama ketika tekanan darah mendadak naik.
Cara Menurunkan Darah Tinggi dalam 5 Menit: Mitos atau Fakta?
Mungkin ada mitos yang beredar tentang cara menurunkan darah tinggi dalam waktu singkat, seperti 5 menit.
Namun, penting untuk dipahami bahwa menurunkan tekanan darah secara signifikan dalam waktu singkat biasanya tidak mungkin dilakukan hanya dengan metode sederhana.
Meskipun beberapa teknik relaksasi atau pernapasan dalam dapat memberikan efek sementara, perubahan gaya hidup jangka panjang dan pengobatan medis yang tepat adalah kunci untuk mengelola tekanan darah tinggi secara efektif.
Cara Menurunkan Tekanan Darah dengan Cepat
Inilah beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan cepat. Lakukanlah secara konsisten agar tekanan darah selalu stabil setiap saat.
1. Latihan otot pernapasan
Hal ini mungkin dapat dianggap remeh. Tetapi faktanya bisa menurunkan tekanan darah ‘hanya’ dalam tempo 5 menit. Mengutip Journal of the American Heart Association cara latihan otot pernapasan ini disebut juga dengan IMST (Inspiratory Muscle Strength Training).
Latihan pernapasan juga sering dipakai sebagai cara menurunkan tensi dalam 10 menit, terutama saat kamu merasa pusing akibat tensi naik mendadak.
Adapun, kegiatan ini bisa dilakukan dengan bernapas seperti biasa guna memperkuat diafragma dan otot pernapasan, serta menjaga kesehatan jantung.
2. Mengatur pola makan
Mengatur pola makan adalah langkah utama dalam cara menurunkan hipertensi jangka panjang.
Mulailah dengan mengganti makanan yang mengandung gula, karbohidrat, olahan biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan produk olahan susu rendah lemak.
Gula mampu meningkatkan tekanan darah lebih tinggi dengan cepat. Sementara mengurangi konsumsi karbohidrat mampu menurunkan tekanan darah diastolik sekitar 5 mmHg, dan sistolik sebesar 3 mmHg setelah dilakukan selama 6 bulan.
3. Rutin olahraga
Olahraga yang disarankan untuk mengurangi darah tinggi yaitu berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan yoga. Aktivitas ini dapat dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu.
Jika kamu sudah lama tidak berolahraga, cobalah untuk melakukan secara bertahap. Hal ini untuk mencegah terjadinya cedera.
4. Menjaga berat badan ideal
Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan lebih pada arteri. Dampaknya, akan menimbulkan tekanan darah lebih tinggi.
5. Membatasi konsumsi Garam
Cara lain yang dapat dilakukan yaitu membatasi konsumsi garam (sodium) baik itu garam yang ada pada masakan, camilan, makanan kaleng, maupun minuman ringan.
Jika jumlah sodium di dalam tubuh berlebihan, tekanan darah akan meningkat. Oleh karena itu, pengidap tekanan darah tinggi dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam atau menjalani diet rendah garam.
Dalam tubuh orang dewasa hanya dianjurkan untuk mengonsumsi sodium sebanyak 1500–2000 mg per hari.
6. Diet dan nutrisi untuk menurunkan darah tinggi
Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sangat penting untuk mengikuti diet sehat seperti Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Mengikuti pola makan Diet DASH adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan tensi darah.
Diet ini menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Dianjurkan untuk mengurangi asupan garam (natrium), lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Makanan yang kaya akan kalium, magnesium, dan serat juga disarankan karena dapat membantu mengatur tekanan darah.
Mengonsumsi ikan yang kaya akan omega-3 seperti salmon dan mackerel juga bisa membantu menurunkan tekanan darah.
7. Menghindari zat berbahaya
Menghindari zat berbahaya adalah langkah penting dalam mengelola dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Alkohol dan kafein, yang ditemukan dalam banyak minuman, dapat meningkatkan tekanan darah sementara dan dalam jangka panjang.
Pengurangan konsumsi alkohol dan kafein disarankan untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.
Merokok juga sangat berbahaya karena nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang meningkatkan tekanan darah.
Berhenti merokok akan sangat memperbaiki kesehatan jantung dan mengurangi tekanan darah.
8. Teknik relaksasi
Meditasi, yoga, dan latihan pernapasan dalam adalah cara menurunkan tensi dalam 10 menit ketika hipertensi dipicu oleh stres.
Latihan reguler, seperti berjalan kaki atau bersepeda, juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan kesehatan jantung.
Selain itu, memastikan tidur yang cukup dan berkualitas juga penting untuk mengelola tekanan darah karena kurang tidur bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Pastikan untuk melakukan semua cara tersebut agar tubuh senantiasa sehat dan terhindar dari hipertensi beserta komplikasinya. Sebaiknya lakukan semua hal tersebut secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya.
Sumber : halodoc.com


