PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Senin, 12 Januari 2026

Anyang-Anyangan? Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Anyang-Anyangan? Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Senin, 12 Januari 2026

Jika tidak ditangani dengan baik, anyang-anyangan dapat menyebabkan berbagai komplikasi.


Anyang-anyangan adalah istilah umum untuk menggambarkan kondisi sering buang air kecil dengan sensasi tidak tuntas dan nyeri.

Secara medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi saluran kemih (ISK), tetapi juga bisa disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada saluran kemih.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISK adalah salah satu masalah kesehatan umum yang memengaruhi jutaan orang setiap tahunnya.

Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Penting untuk memahami gejala, penyebab, dan cara penanganan yang efektif.

Gejala Anyang-Anyangan yang Perlu Diketahui

Gejala anyang-anyangan dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  • Sering buang air kecil (frekuensi meningkat).
  • Sensasi ingin buang air kecil terus-menerus (urgensi).
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil (disuria).
  • Urine berwarna keruh atau berbau tidak sedap.
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.

Pada beberapa kasus, anyang-anyangan juga dapat disertai dengan demam ringan dan menggigil.

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera lakukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penyebab Umum Anyang-Anyangan

Beberapa penyebab umum anyang-anyangan meliputi:

  • Infeksi saluran kemih (ISK): Bakteri, seperti E. coli, masuk ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi.
  • Iritasi saluran kemih: Penggunaan produk kebersihan tertentu atau aktivitas seksual dapat menyebabkan iritasi.
  • Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan dapat memicu iritasi pada saluran kemih.
  • Batu saluran kemih: Batu yang terbentuk di ginjal atau saluran kemih dapat menyebabkan nyeri dan gangguan buang air kecil.
  • Peradangan prostat (prostatitis): Pada pria, peradangan prostat dapat menyebabkan gejala mirip anyang-anyangan.

Menurut WHO, menjaga kebersihan diri dan minum air yang cukup dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih.

Cara Mengatasi Anyang-Anyangan di Rumah

Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi anyang-anyangan di rumah:

  • Minum Air yang Cukup: Tingkatkan asupan cairan untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih. Usahakan minum minimal 8 gelas air sehari.
  • Hindari Minuman yang Mengiritasi: Kurangi konsumsi kopi, alkohol, dan minuman bersoda yang dapat memperburuk gejala.
  • Kompres Hangat: Letakkan kompres hangat pada perut bagian bawah untuk meredakan nyeri.
  • Konsumsi Cranberry: Jus cranberry atau suplemen cranberry dapat membantu mencegah bakteri menempel pada dinding saluran kemih.
  • Jaga Kebersihan: Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah bakteri masuk ke saluran kemih.

Jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter.

Anyang-Anyangan pada Anak

Anyang-anyangan pada anak adalah kondisi ketika Si Kecil merasa ingin buang air kecil terus-menerus, tetapi urine yang keluar hanya sedikit dan sering disertai rasa tidak nyaman.

Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda awal infeksi saluran kemih (ISK) atau iritasi kandung kemih yang perlu mendapat perhatian khusus.

Pada anak, anyang-anyangan juga bisa muncul karena kebiasaan menahan kencing terlalu lama, kurang minum, atau paparan iritan seperti sabun dengan kandungan pewangi yang kuat.

Selain itu, anak-anak yang sedang dalam proses toilet training lebih rentan mengalami anyang-anyangan karena mereka belum bisa sepenuhnya mengontrol keinginan buang air kecil.

Lingkungan yang kurang higienis, seperti toilet umum yang kotor, juga dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri penyebab infeksi pada saluran kemih.

Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala awal seperti demam ringan, bau urine yang lebih menyengat, atau keluhan nyeri saat kencing.

Jika anyang-anyangan pada anak tidak membaik dalam satu hingga dua hari, atau muncul gejala lain seperti demam tinggi, muntah, atau urine bercampur darah, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Penanganan yang cepat dapat mencegah infeksi menyebar lebih jauh ke ginjal.

Selama di rumah, pastikan Si Kecil cukup minum air putih, menghindari minuman berpemanis, dan menjaga area genital tetap bersih serta kering untuk membantu meredakan keluhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami kondisi berikut:

  • Demam tinggi atau menggigil.
  • Nyeri punggung atau pinggang yang parah.
  • Mual dan muntah.
  • Urine berdarah.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari perawatan di rumah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai, seperti antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri.

Diagnosis Anyang-Anyangan: Bagaimana Dokter Menentukannya?

Untuk mendiagnosis penyebab anyang-anyangan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Anamnesis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda infeksi atau masalah kesehatan lainnya.
  • Pemeriksaan Urin: Urinalisis dilakukan untuk mendeteksi adanya bakteri, sel darah putih, atau zat abnormal lainnya dalam urine.
  • Kultur Urin: Jika urinalisis menunjukkan adanya infeksi, kultur urin dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi dan menentukan antibiotik yang paling efektif.
  • Pemeriksaan Tambahan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti USG ginjal dan saluran kemih, sistoskopi, atau pemeriksaan lainnya untuk mencari penyebab anyang-anyangan yang lebih kompleks.

Pencegahan Anyang-Anyangan

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Minum air yang cukup setiap hari.
  • Jangan menahan buang air kecil terlalu lama.
  • Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air.
  • Hindari penggunaan produk kebersihan yang mengandung bahan kimia iritan.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membersihkan bakteri dari saluran kemih.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Anyang-Anyangan

Jika tidak ditangani dengan baik, anyang-anyangan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi ginjal: Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen.
  • Sepsis: Infeksi yang parah dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan menyebabkan sepsis, kondisi yang mengancam jiwa.
  • Penyempitan uretra: Peradangan kronis pada uretra dapat menyebabkan penyempitan, yang dapat mempersulit buang air kecil.
  • Infertilitas: Pada pria, prostatitis kronis dapat menyebabkan infertilitas.



Sumber : halodoc.com

Sabtu, 10 Januari 2026

Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Ini 6 Manfaat Singkong yang Harus Diketahui

Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Ini 6 Manfaat Singkong yang Harus Diketahui

Sabtu, 10 Januari 2026

“Singkong adalah salah satu tanaman pangan lokal yang kaya akan karbohidrat dan menjadi sumber gizi penting bagi kesehatan tubuh.”


Di balik kesederhanaannya, singkong ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya sebagai makanan pokok yang terjangkau, singkong juga kaya akan kandungan gizi yang penting bagi tubuh, mulai dari karbohidrat, serat, hingga berbagai mineral esensial. 

Nah, mau tahu apa saja kandungan vitamin dan nutrisi yang terkandung dalam singkong berserta manfaatnya? Berikut ulasannya!

Kandungan Gizi pada Singkong

Berikut adalah beberapa kandungan gizi utama dalam singkong per 100 gram singkong mentah: 

  • Karbohidrat: Singkong kaya akan karbohidrat kompleks, yang bisa menjadi sumber energi tahan lama. Terdapat sekitar 38 gram karbohidrat
  • Serat: Singkong mengandung sekitar 1.8 gram serat, yang membantu pencernaan dan mendukung kesehatan usus. 
  • Protein: Terdapat sekitar 1.4 gram protein. 
  • Lemak:  Lemak dalam jumlah sangat kecil, sekitar 0,3 gram.
  • Vitamin C: Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah cukup, sekitar 20,5 mg.
  • Kalsium dan fosfor: Singkong juga mengandung kalsium dan fosfor yang dapat mendukung kesehatan tulang dan gigi. 
  • Kalium: Kandungan kalium pada singkong cukup tinggi, sekitar 271 mg, dan berperan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mendukung fungsi jantung yang sehat. 
  • Antioksidan: Singkong juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Zat ini bermanfaat untuk melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh. 

Manfaat Singkong Bagi Kesehatan Tubuh

Singkong tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan pokok, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat singkong untuk kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Singkong mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup. Ini menjadikannya sebagai makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi, dan membantu penyembuhan luka.

2. Sumber energi yang baik

Singkong mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi dan menjadikannya sebagai sumber energi yang tahan lama. Singkong dapat menjadi pilihan bagi kamu yang membutuhkan suplai energi untuk aktivitas fisik sepanjang hari. 

3. Baik untuk sistem pencernaan

Singkong kaya akan serat dan dapat membantu memperlancar sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan. 

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Kandungan kalium yang tinggi dalam singkong dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, dan mendukung kesehatan jantung jika dikonsumsi dengan jumlah yang cukup. 

5. Mendukung kesehatan kulit

Vitamin C dalam singkong juga bisa berperan dalam produksi kolagen yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C pada singkong dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, mencegah kerutan, dan mempercepat penyembuhan luka. 

6. Membantu mengelola berat badan

Serat pada singkong tidak hanya mendukung pencernaan, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu dalam mengelola berat badan dan mengurangi keinginan makan berlebih. 

Apa Kata Studi Tentang Singkong?

Sebuah studi berjudul Cassava (Manihot esculenta Crantz): A Systematic Review for the Pharmacological Activities, Traditional Uses, Nutritional Values, and Phytochemistry (2023) menunjukkan, singkong memberikan berbagai efek kesehatan seperti antibakteri, antikanker, antidiabetes, antidiare, antiinflamasi, hipokolesterolemik, serta sifat penyembuhan luka. 

Tips Konsumsi Singkong yang Aman dan Optimal

Meskipun singkong memiliki banyak manfaat kesehatan, penting untuk mengonsumsinya dengan aman dan optimal.

Singkong mentah mengandung senyawa sianida yang dapat berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa tips konsumsi singkong yang perlu diperhatikan:

  • Pilih singkong yang segar: Pilih singkong yang segar dan tidak berlendir atau berjamur.
  • Kupas dan cuci bersih: Kupas kulit singkong dengan bersih dan cuci dengan air mengalir.
  • Masak dengan benar: Masak singkong hingga matang sempurna untuk menghilangkan senyawa sianida. Perebusan, pengukusan, atau pemanggangan adalah metode yang baik.
  • Konsumsi dalam jumlah moderat: Konsumsi singkong dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Variasikan dengan sumber karbohidrat lain: Jangan hanya mengandalkan singkong sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Variasikan dengan sumber karbohidrat lain seperti nasi merah, ubi jalar, atau jagung.

Apakah Nasi Tiwul Sehat?

Nasi tiwul adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan ditumbuk.

Sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif, banyak orang bertanya-tanya, apakah nasi tiwul sehat

Jawabannya adalah, ya, nasi tiwul bisa menjadi pilihan yang sehat, terutama jika dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat.

Keunggulan Kesehatan Nasi Tiwul

Berikut beberapa kelebihan nasi tiwul:

  • Indeks glikemik rendah: Studi menunjukkan bahwa tiwul memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, sekitar 34-37. Ini berarti karbohidrat dalam tiwul dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
  • Kaya serat dan pati resisten: Tiwul mengandung serat dan pati resisten yang baik untuk kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Mengandung mikronutrien: Tiwul mengandung berbagai mikronutrien penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks, dan vitamin C.
  • Alternatif karbohidrat: Tiwul dapat menjadi alternatif pengganti nasi bagi mereka yang mencari variasi makanan pokok.
  • Potensial untuk diet dan diabetes: Karena indeks glikemiknya rendah dan kandungan seratnya tinggi, tiwul berpotensi menjadi pilihan yang baik untuk individu yang sedang diet atau penderita diabetes.
  • Manfaat jangka panjang: Beberapa klaim menyebutkan bahwa tiwul mengandung asam butirat yang dapat menekan pertumbuhan sel kanker, serta pati resisten yang menyehatkan pencernaan.

Keterbatasan & Risiko Nasi Tiwul

Berikut keterbatasan dan risiko nasi tiwul yang terbuat dari singkong:

  • Kalori bervariasi: Kandungan kalori dalam tiwul bisa bervariasi tergantung pada cara pengolahan dan bahan tambahan. Tiwul instan mungkin memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan tiwul tradisional.
  • Kandungan protein rendah: Tiwul tidak mengandung protein dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya dengan lauk yang kaya protein.
  • Perlu pendampingan gizi: Sebagai sumber karbohidrat, tiwul sebaiknya dikonsumsi bersama dengan sayuran dan lauk-pauk bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara lengkap.
  • Produk instan: Tiwul instan mungkin mengandung garam atau bahan tambahan lainnya. Selalu periksa label nutrisi sebelum mengonsumsinya.

Tips Konsumsi Tiwul yang Sehat

Ini tips yang bisa kamu ikuti:

  • Perhatikan porsi: Konsumsi tiwul dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Kombinasikan dengan sumber protein dan sayuran: Padukan tiwul dengan lauk kaya protein seperti ikan, ayam, atau tahu, serta sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
  • Pilih tiwul tradisional: Jika memungkinkan, pilih tiwul yang diolah secara tradisional tanpa bahan tambahan.
  • Batasi konsumsi tiwul instan: Jika memilih tiwul instan, perhatikan kandungan garam dan bahan tambahan lainnya.
  • Konsultasi dengan ahli gizi: Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan porsi dan frekuensi konsumsi tiwul yang sesuai.


Sumber : halodoc.com