PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Jumat, 28 November 2025

5 Warna Ingus dan Artinya pada Kesehatan Tubuh

5 Warna Ingus dan Artinya pada Kesehatan Tubuh

Jum'at, 28 November 2025

Warna ingus bisa menjadi indikator kesehatan seseorang.


Meski tidak sedang sakit, setiap harinya hidung dan tenggorokan menghasilkan dua liter ingus. Cairan ini berfungsi untuk menjaga hidung dan saluran sinus tetap basah guna mencegah iritasi.

Ingus juga berperan sebagai kekebalan tubuh yang bertugas melindungi jaringan dan pembuluh darah dalam hidung dan sinus. Cairan ini juga berfungsi untuk menyaring debu atau patogen penyebab penyakit.

Warna ingus menjadi salah satu indikasi penting guna mengetahui penyakit yang tengah dialami. Warna merah mudah, misalnya, ini bisa menjadi pertanda adalah masalah berupa perdarahan ringan di dalam saluran hidung.

Warna Ingus dan Artinya

Berikut ini beberapa arti warna ingus yang perlu kamu ketahui:

1. Bening

Warna bening menjadi indikasi ingus normal. Di dalamnya mengandung air, kekebalan alami tubuh, protein dan garam.

Cairan ini diproduksi oleh jaringan hidung dan mengalir ke bagian belakang tenggorokan serta berakhir di perut.

Meski termasuk normal, warna ingus bening juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan.

Terutama jika volumenya berlebihan dan membuat hidung jadi meler. Ini menjadi indikasi alergi debu atau alergen lainnya.

2. Putih

Perubahan warna dari bening ke putih dipicu oleh berkurangnya kelembapan di dalam hidung sehingga membuat ingus tampak keruh dan lebih kental. Penyebabnya yakni infeksi virus, seperti influenza atau pilek.

Selanjutnya, tubuh memproduksi lebih banyak lendir guna membersihkan saluran pernapasan dari patogen tersebut.

Setelah beberapa hari, sistem imun mengeluarkannya dari dalam tubuh dalam bentuk ingus.

3. Kuning atau Hijau

Ingus kuning dan hijau bisa menjadi pertanda perkembangan dari virus penyebab flu atau pilek.

Normalnya, sel-sel antibodi akan bekerja dengan mengusir virus. Namun, saat mereka kalah, imun akan mengubah warna ingus menjadi kuning atau hijau.

Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama 10 hingga 14 hari. Perubahan warna ini bisa juga bisa menjadi pertanda baik karena tubuh sedang dalam fase memulihkan diri.

Selain infeksi virus, ingus kuning atau hijau bisa menjadi pertanda peradangan sinus (sinusitis).

4. Merah Muda atau Merah

Ingus merah muda atau merah menjadi pertanda adanya perdarahan.

Kondisi ini merupakan pertanda adanya kerusakan pada jaringan hidung. Penyebabnya yakni iritasi, benturan atau kering.

5. Cokelat atau Hitam

Ingus berwarna kecokelatan atau kehitaman umum terjadi pada perokok. Perubahan cairan ini juga bisa menjadi pertanda penggunaan obat-obatan terlarang.

Jika bukan keduanya, penyebabnya yakni infeksi pada pemilik sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti pengidap HIV/AIDS atau sakit kanker.

Pencegahan Masalah Kesehatan Terkait Ingus

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan dan mengurangi risiko infeksi:

  • Cuci tangan secara teratur: Mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur dapat membantu mencegah penyebaran infeksi.
  • Hindari kontak dengan orang sakit: Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dapat mengurangi risiko tertular penyakit.
  • Jaga kebersihan lingkungan: Membersihkan lingkungan secara teratur dapat mengurangi jumlah alergen dan patogen di udara.
  • Gunakan pelembap udara: Menggunakan pelembap udara dapat membantu menjaga kelembapan saluran hidung, terutama saat cuaca kering.
  • Minum air yang cukup: Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mengencerkan lendir dan memudahkan pengeluarannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun perubahan warna ingus seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi ringan, ada beberapa kondisi di mana konsultasi dengan dokter diperlukan:

  • Gejala berlangsung lebih dari 10 hari: Jika ingus berwarna kuning atau hijau berlangsung lebih dari 10 hari tanpa perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Demam tinggi: Demam tinggi yang disertai dengan perubahan warna ingus bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.
  • Nyeri wajah atau sakit kepala parah: Nyeri pada wajah atau sakit kepala yang parah, terutama jika disertai dengan ingus berwarna kuning atau hijau, bisa menandakan sinusitis.
  • Sesak napas atau mengi: Jika mengalami sesak napas atau mengi, segera cari pertolongan medis.
  • Adanya darah dalam ingus: Jika ingus terus-menerus berdarah, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Sumber : halodoc.com

Rabu, 26 November 2025

Apa Itu Plasenta Bayi? Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Apa Itu Plasenta Bayi? Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Rabu, 26 November 2025

Ada beberapa kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan plasenta, seperti hamil di usia tua, hipertensi, dan lain-lain. 

Plasenta bayi atau yang populer juga dengan sebutan ari-ari merupakan organ yang penting bagi tumbuh kembang bayi selama dalam kandungan. Bisa dibilang, organ ini menjadi teman Si Kecil dalam kandungan karena selalu ada di dekatnya. 

Organ ini tumbuh di dalam rahim seiring dengan berkembangnya janin. Nantinya, ketika ibu melahirkan, organ ini juga akan ikut keluar bersama bayi.

Lantas, apa fungsi plasenta bayi? Ketahui juga masalah yang bisa terjadi pada organ tersebut di sini!

Apa Itu Plasenta?

Plasenta adalah organ sementara yang menghubungkan bayi ke rahim ibu selama kehamilan.

Organ ini umumnya berkembang segera setelah pembuahan dan menempel pada dinding rahim ibu.

Plasenta memiliki peran penting, yaitu memberikan oksigen dan nutrisi ke bayi yang sedang bertumbuh melalui tali pusar.

Perlu ibu ketahui bahwa plasenta bisa bertumbuh di mana saja di dalam rahim. 

Organ ini akan berkembang tepat di mana telur yang dibuahi ditanamkan ke dinding rahim.

Berikut adalah beberapa posisi plasenta yang umum:

  • Plasenta posterior, ketika organ ini tumbuh di bagian belakang dinding rahim.
  • Fundal, plasenta yang tumbuh di atas rahim.
  • Plasenta anterior, ketika organ ini tumbuh di bagian depan dinding rahim.
  • Lateral, plasenta yang tumbuh di bagian kanan atau kiri dinding rahim.

Posisi plasenta biasanya akan bergerak semakin ke atas saat kehamilan memasuki usia 32 minggu.

Normalnya, organ tersebut akan bergerak ke atas dan menjauhi leher rahim ketika janin sudah semakin besar.

Struktur Plasenta

Untuk memahami bagaimana organ ini bekerja, penting mengetahui bahwa plasenta adalah struktur yang sangat kompleks dan berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup janin.

Berikut adalah komponen utama dari struktur plasenta:

  • Vili Korionik
    Cabang-cabang kecil seperti jari yang melapisi permukaan plasenta dan mengandung pembuluh darah janin. Vili ini memperluas area permukaan sehingga pertukaran nutrisi dan gas antara ibu dan janin berlangsung lebih efisien. Bagian ini menunjukkan bagaimana plasenta adalah penghubung biologis utama antara ibu dan bayi.
  • Ruang Intervilus
    Ruang di antara vili korionik yang terisi darah ibu. Di sinilah proses pertukaran oksigen, nutrisi, hormon, dan pembuangan limbah terjadi. Ini menegaskan bahwa plasenta adalah pusat distribusi utama yang memastikan suplai penting bagi janin.
  • Pelat Korionik
    Membran yang melapisi sisi janin dari plasenta, menjadi tempat tali pusar masuk. Peran pelat ini memperlihatkan kembali bahwa plasenta adalah organ yang mengelola seluruh aliran darah yang masuk dan keluar dari janin.
  • Pelat Desidua
    Membran yang melapisi sisi ibu dari plasenta, tempat plasenta menempel pada dinding rahim. Area ini menjadi titik kontak fisiologis yang penting antara tubuh ibu dan organ janin.
  • Tali Pusar
    Menghubungkan janin ke plasenta dan berisi dua arteri dan satu vena. Struktur ini memungkinkan pertukaran darah berjalan lancar dan selaras.

Secara keseluruhan, struktur ini menunjukkan bahwa plasenta adalah organ multifungsi yang memungkinkan pertukaran yang efisien antara ibu dan janin, memastikan bayi menerima nutrisi dan oksigen yang diperlukan untuk tumbuh optimal.

Begini Proses Terbentuknya Plasenta

Proses pembentukan plasenta dimulai tak lama setelah pembuahan. Secara biologis, plasenta adalah organ yang tumbuh dan berkembang mengikuti usia kehamilan.

  • Setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim, sekitar 7–10 hari setelah pembuahan, proses pembentukan plasenta mulai berlangsung.
  • Pada usia kehamilan sekitar tiga minggu, korpus luteum di ovarium meluruh, dan hormon progesteron mulai dihasilkan untuk mendukung nutrisi awal janin.
  • Memasuki minggu keempat, sejumlah sel yang menempel di dinding rahim memisahkan diri dan menggali lebih dalam. Sebagian sel tersebut kemudian berkembang menjadi plasenta untuk mengambil alih tugas korpus luteum.
  • Seiring waktu, plasenta tumbuh semakin besar dan mampu menyediakan nutrisi serta oksigen dalam jumlah lebih banyak. Organ ini juga berfungsi mengangkut limbah metabolik janin kembali ke tubuh ibu.
  • Plasenta adalah organ yang berkembang sempurna pada usia kehamilan 12–18 minggu, dan setelah itu menjadi pusat sistem pendukung kehidupan janin hingga persalinan tiba.

Berbagai Fungsi Plasenta selama Kehamilan

Plasenta merupakan organ yang berperan penting dalam tumbuh kembang janin. 

Berikut beberapa fungsi plasenta:

1. Memberikan nutrisi dan oksigen bagi bayi 

Plasenta bayi bertindak sebagai filter yang memungkinkan pertukaran nutrisi dan oksigen antara aliran darah ibu dan bayi tanpa tercampur.

Dari makanan yang ibu konsumsi, plasenta akan mengirimkan nutrisi yang dibawa oleh darah kepada bayi lewat tali pusar bayi.

2. Mengirimkan antibodi ke janin

Selain nutrisi dan oksigen, fungsi plasenta bayi juga untuk mengirimkan antibodi dari ibu ke janin.

Dengan begitu, bayi memiliki kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit.

3. Membuang limbah 

Organ ini juga bisa menyaring limbah dan karbon dioksida berbahaya dari aliran darah bayi.

Plasenta membawa produk limbah dari bayi kembali ke darah ibu, sehingga tubuh ibu bisa membuangnya.

4. Produksi hormon 

Plasenta bayi juga menghasilkan beberapa hormon seperti estrogen dan progesteron yang penting untuk mendukung kehamilan.

Ini Kondisi yang Dapat Memengaruhi Fungsi Plasenta

Sebagai organ penunjang kehidupan bayi di dalam kandungan, penting untuk menjaga kesehatan plasenta.

Namun, ada beberapa kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan plasenta bayi dan mengganggu fungsinya, yaitu:

  • Usia ibu hamil di atas 40 tahun. Selain berisiko mengalami gangguan plasenta, ketahui juga Risiko Hamil di Usia Tua (Lebih dari 40 Tahun) lainnya di artikel tersebut.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) selama kehamilan.
  • Kehamilan kembar.
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Pernah mengalami masalah plasenta sebelumnya.
  • Ketuban pecah dini.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim.
  • Mengalami trauma perut (abdomen), misalnya karena jatuh atau kecelakaan.
  • Menggunakan zat, seperti rokok atau narkoba.

Gangguan Plasenta yang Mungkin Terjadi

Beberapa gangguan plasenta dapat memengaruhi kehamilan. Berikut adalah beberapa kondisi yang umum terjadi:

  • Plasenta Previa: Kondisi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan selama kehamilan dan persalinan.
  • Solusio Plasenta: Kondisi serius ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan. Ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan membahayakan ibu dan janin.
  • Insufisiensi Plasenta: Kondisi ketika plasenta tidak dapat memberikan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk janin. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan komplikasi lainnya.
  • Plasenta Akreta/Increta/Percreta: Kondisi di mana plasenta tumbuh terlalu dalam ke dalam dinding rahim dan sulit untuk dipisahkan setelah melahirkan. Ini dapat menyebabkan perdarahan hebat setelah melahirkan dan memerlukan histerektomi.

Penting untuk memantau kesehatan plasenta selama kehamilan untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko bagi ibu dan bayi.

Pencegahan Gangguan Plasenta

Meskipun tidak semua gangguan plasenta dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Berhenti Merokok: Merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko masalah plasenta. Berhenti merokok adalah salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.
  • Kontrol Tekanan Darah: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah plasenta. Pastikan untuk memantau tekanan darah secara teratur dan mengikuti saran dokter tentang cara mengelola tekanan darah.
  • Konsultasi dengan Dokter Secara Teratur: Pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting untuk memantau kesehatan ibu dan bayi. Konsultasikan dengan dokter secara teratur dan ikuti semua saran medis yang diberikan.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Memiliki berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko masalah plasenta.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, ibu dapat membantu memastikan kehamilan yang sehat dan mengurangi risiko masalah plasenta.

 

Sumber : halodoc.com

Selasa, 25 November 2025

Ini Cara Melatih Fokus Anak yang Bisa Dicoba

Ini Cara Melatih Fokus Anak yang Bisa Dicoba

Selasa, 25 November 2025

Konsentrasi atau fokus adalah kemampuan penting yang menunjang proses belajar dan perkembangan anak. 

Sulit bagi Si Kecil untuk berkonsentrasi saat belajar? Jangan langsung panik atau bahkan melabelinya bodoh. Konsentrasi atau fokus adalah kemampuan penting yang menunjang proses belajar dan perkembangan anak.

Ada berbagai cara melatih fokus anak yang bisa ibu coba. Ketahui penyebab anak sulit fokus dan solusi tepat untuk mengatasinya.

Fokus adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada satu tugas atau aktivitas tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Kemampuan ini sangat penting bagi anak-anak karena memengaruhi kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan orang lain.

Penyebab Anak Sulit Fokus

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak sulit fokus, di antaranya:

  • Usia: Rentang perhatian anak berbeda-beda sesuai usia. Anak yang lebih muda mungkin memiliki rentang perhatian yang lebih pendek daripada anak yang lebih tua.
  • Lingkungan: Lingkungan yang bising dan penuh gangguan dapat membuat anak sulit untuk fokus.
  • Kesehatan fisik: Kondisi kesehatan seperti kurang tidur, kelaparan, atau masalah penglihatan dan pendengaran dapat memengaruhi kemampuan anak untuk fokus.
  • Kondisi medis: Dalam beberapa kasus, kesulitan fokus dapat menjadi tanda kondisi medis seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
  • Faktor psikologis: Stres, kecemasan, atau masalah emosional lainnya juga dapat menyebabkan anak sulit fokus.

Cara Meningkatkan Fokus Anak

Berikut ini beberapa cara melatih fokus anak yang bisa ibu coba:

  • Ciptakan lingkungan yang tenang dan bebas gangguan. Pilih tempat yang tenang untuk belajar atau mengerjakan tugas. Hindari kebisingan dan gangguan visual seperti televisi atau mainan.
  • Batasi waktu layar. Terlalu banyak waktu di depan layar dapat mengurangi rentang perhatian anak. Batasi waktu menonton televisi, bermain video game, dan menggunakan perangkat elektronik lainnya.
  • Berikan aktivitas fisik yang cukup. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Ajak anak bermain di luar, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik lainnya setiap hari.
  • Pastikan anak cukup tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan anak sulit fokus. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan usianya.
  • Berikan makanan bergizi. Makanan bergizi penting untuk kesehatan otak dan fungsi kognitif. Berikan anak makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
  • Buat jadwal dan rutinitas. Jadwal dan rutinitas yang teratur dapat membantu anak merasa lebih aman dan terprediksi, sehingga lebih mudah untuk fokus.
  • Gunakan teknik relaksasi. Ajarkan anak teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus.
  • Berikan pujian dan dukungan. Berikan pujian dan dukungan saat anak berhasil fokus dan menyelesaikan tugas. Ini akan memotivasinya untuk terus berusaha.

Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan Fokus Anak

Selain cara-cara di atas, metode pembelajaran yang tepat juga dapat membantu meningkatkan fokus anak:

  • Pendekatan montessori: Metode ini menekankan pada pembelajaran mandiri dan eksplorasi. Anak-anak belajar melalui aktivitas yang mereka pilih sendiri, sehingga lebih termotivasi dan fokus.
  • Metode kumon: Metode ini berfokus pada pengembangan keterampilan dasar seperti matematika dan membaca melalui latihan yang terstruktur dan berulang.
  • Pembelajaran berbasis proyek: Anak-anak belajar melalui proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan mereka. Ini membantu mereka untuk tetap terlibat dan fokus pada tugas yang ada.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, metode belajar yang menyenangkan dan interaktif dapat meningkatkan fokus anak.

Peran Nutrisi dalam Meningkatkan Fokus Anak

Nutrisi yang tepat memainkan peran penting dalam mendukung fungsi otak dan meningkatkan fokus anak.

Beberapa nutrisi penting untuk fokus meliputi:

  • Asam lemak omega-3: Penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Sumber yang baik termasuk ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden.
  • Zat besi: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan masalah konsentrasi. Sumber yang baik termasuk daging merah, bayam, dan kacang-kacangan.
  • Vitamin B: Vitamin B kompleks penting untuk fungsi saraf dan kognitif. Sumber yang baik termasuk biji-bijian, telur, dan sayuran hijau.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), nutrisi yang seimbang sangat penting untuk perkembangan kognitif anak.

Beberapa jenis makanan yang bisa mendukung peningkatan fokus anak:

  • Telur
  • Oatmeal
  • Ikan salmon
  • Alpukat
  • Kacang-kacangan

Produk yang Dapat Membantu Meningkatkan Fokus Anak

Selain perubahan gaya hidup dan nutrisi, beberapa produk juga dapat membantu meningkatkan fokus anak:

  • Suplemen omega-3: Jika anak sulit mendapatkan cukup asam lemak omega-3 dari makanan, suplemen dapat menjadi pilihan.
  • Vitamin anak: Multivitamin dapat membantu memastikan anak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk fungsi otak yang optimal.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika ibu sudah mencoba berbagai cara melatih fokus anak namun tidak ada perubahan, atau jika kesulitan fokus mengganggu aktivitas sehari-hari anak, segera konsultasikan dengan dokter atau psikolog anak.

Dokter dapat membantu menentukan apakah ada kondisi medis yang mendasari kesulitan fokus anak dan memberikan penanganan yang tepat.

Tanda-tanda bahwa anak mungkin memerlukan bantuan profesional:

  • Kesulitan fokus yang signifikan dan berlangsung lama.
  • Hiperaktivitas dan impulsivitas yang berlebihan.
  • Kesulitan belajar atau mengerjakan tugas sekolah.
  • Masalah perilaku di rumah atau di sekolah.

Meningkatkan fokus anak membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan nutrisi yang tepat, dan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, ibu dapat membantu Si Kecil meningkatkan kemampuan fokusnya. 

 

Sumber : halodoc.com

Senin, 24 November 2025

Bintik Merah Tanda DBD, Begini Cara Mengenalinya

Bintik Merah Tanda DBD, Begini Cara Mengenalinya

Senin, 24 November 2025

Salah satu ciri khas dari penyakit Demam Berdarah Dengue adalah munculnya bintik atau ruam merah. 

Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah masalah kesehatan yang terjadi karena infeksi dari virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu gejala khas penyakit ini adalah munculnya bintik merah. Sekilas, bintik merah tanda DBD terlihat mirip dengan bintik karena penyakit lain, sehingga kamu perlu tahu bagaimana mengenalinya. 

Umumnya, ruam merah yang menjadi gejala awal demam berdarah akan mulai terlihat antara 2 sampai 5 hari setelah kamu merasakan gejala demam untuk pertama kali.

DBD menjadi masalah kesehatan dengan angka mortalitas yang tinggi pada kalangan dewasa dan anak, terlebih pada negara tropis. 

Mengenali Bintik Merah DBD

Bintik merah DBD mempunyai ciri khas yang bisa kamu kenali dengan mudah. Bintik merah di kulit, dapat berupa petechiae atau eksantema virus (viral exanthema). Apa perbedaan dari keduanya?

Meski keduanya tampak serupa, keduanya memiliki makna klinis yang sangat berbeda.

1. Petechiae

Kondisi ini terjadi ketika bintik merah kecil yang tidak hilang saat ditekan, muncul akibat perdarahan di bawah kulit.

Penyebabnya karena jumlah trombosit yang turun drastis, sehingga pembuluh darah kecil menjadi rapuh dan mudah pecah.

Bintik ini sering muncul di lengan, kaki, dada, wajah, bahkan di gusi atau langit-langit mulut.

Hal ini dapat menjadi tanda tubuh sedang mengalami gangguan pembekuan darah dan berisiko mengalami perdarahan serius, termasuk perdarahan organ dalam.

2. Eksantema Virus

Kondisi ini adalah ruam merah yang muncul sebagai bagian dari respon imun tubuh terhadap virus dengue.

Ruam ini biasanya menyebar luas di tubuh, terasa gatal, dan menghilang sementara saat ditekan.

Umumnya, eksantema muncul pada fase awal (febris) atau saat fase pemulihan, dan tidak menandakan bahaya. Meski tampak mencolok, ruam jenis ini tidak memerlukan penanganan khusus.

Jika muncul bintik merah yang tidak hilang saat ditekan, dan muncul perdarahan lain seperti mimisan, gusi berdarah, atau lemas hebat, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius.

Penyebab Bintik Merah pada DBD

Bintik merah pada kulit pasien DBD disebabkan oleh trombositopenia, yaitu kondisi ketika jumlah trombosit dalam darah menurun drastis.

Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Ketika jumlahnya kurang, pembuluh darah kecil mudah pecah dan menyebabkan perdarahan di bawah kulit yang tampak sebagai bintik merah.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, penurunan trombosit pada DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang merusak sumsum tulang, tempat trombosit diproduksi. Selain itu, virus dengue juga dapat menyebabkan trombosit lebih cepat dihancurkan oleh tubuh.

Kapan Bintik Menghilang?

Bintik merah tanda DBD akan mulai menghilang saat suhu tubuh mulai menurun dan kesehatan pengidap mulai pulih.

Fase ini akan berada pada hari ke-5 dan berakhir sepenuhnya pada hari ke-6.

Kamu perlu memperhatikan bintik tersebut berkurang atau justru bertambah.

Apabila bintik merah DBD mengalami peningkatan, kondisi ini bisa mengindikasikan telah terjadi penurunan terhadap jumlah trombosit.

Dengan begitu, pengidap perlu pemantauan secara intensif dari dokter dan tenaga kesehatan guna mencegah komplikasi yang lebih serius dan berbahaya. 

Ciri-Ciri Bintik Merah DBD yang Perlu Diperhatikan

Bintik merah akibat DBD memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan ruam atau bintik merah karena penyebab lain.

Berikut adalah ciri-ciri bintik merah pada DBD:

  • Ukuran: Kecil, biasanya berdiameter 1-2 milimeter.
  • Bentuk: Bulat atau seperti titik.
  • Warna: Merah terang atau keunguan.
  • Tekstur: Tidak menonjol dari permukaan kulit (datar).
  • Penyebaran: Muncul di seluruh tubuh, terutama pada area lipatan kulit seperti ketiak, siku, dan selangkangan.
  • Tidak hilang saat ditekan: Ini adalah ciri penting yang membedakan bintik DBD dengan ruam biasa.

Bintik merah seringkali muncul setelah demam tinggi mereda, biasanya pada hari ke-3 hingga ke-7 sakit. Namun, pada beberapa kasus, bintik merah dapat muncul bersamaan dengan demam.

Perbedaan Bintik Merah DBD dengan Kondisi Lain

Penting untuk membedakan bintik merah DBD dengan kondisi lain seperti biang keringat, gigitan serangga, atau alergi. Berikut adalah beberapa perbedaannya:

  • Biang keringat: Biasanya berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda yang menonjol, terasa gatal, dan muncul di area yang berkeringat.
  • Gigitan serangga: Biasanya menimbulkan bentol yang gatal dan kemerahan di sekitarnya.
  • Alergi: Ruam alergi bisa berupa bintik-bintik merah yang gatal, biduran, atau kulit yang mengelupas.

Perbedaan utama antara bintik merah DBD dengan kondisi lain adalah bintik DBD tidak hilang saat ditekan. Jika ragu, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis yang tepat.

Bintik merah pada kulit dapat menjadi pertanda serius dari penyakit demam berdarah dengue (DBD), yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. 

Penting untuk memahami bahwa demam berdarah merupakan kondisi serius yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala yang mirip dengan demam berdarah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

 

Sumber : halodoc.com

Sabtu, 22 November 2025

6 Cara Alami dan Mudah untuk Mengobati Gangguan Tidur

6 Cara Alami dan Mudah untuk Mengobati Gangguan Tidur

Sabtu, 22 November 2025

Ketahui cara alami atasi gangguan tidur, penyebabnya, dan tips membentuk kebiasaan tidur sehat agar istirahat lebih berkualitas.

Tidur merupakan proses istirahat bagi tubuh, sekaligus cara tubuh untuk memulihkan diri. Tidur yang cukup dan berkualitas akan mendukung kesehatan tubuh, sehingga kualitas hidup seseorang juga akan meningkat. 

Namun faktanya, tidak semua orang bisa mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Ini bisa terjadi karena sejumlah gangguan tidur seperti insomnia, sindrom kaki gelisah, sleep apnea, hingga narkolepsi. 

Lantas, bagaimana cara mengobati gangguan tidur? Simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut ini!

Mengobati Gangguan Tidur secara Alami

Kurang tidur bisa menyebabkan sejumlah efek samping, misalnya saja kelelahan, kehilangan fokus, stres, serta perubahan suasana hati. Di sisi lain, kurang tidur juga bisa memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke. 

Karena itu, jika kamu mengalami gangguan tidur, segera atasi dengan beberapa cara alami dan mudah berikut ini: 

1. Minum susu hangat dan madu

Mengakhiri hari dengan segelas susu hangat dan madu adalah salah satu obat tidur alami yang dianggap efektif. Rahasianya ada pada kombinasi triptofan, yakni asam amino yang dapat membuat tidur kamu lebih berkualitas.

Triptofan dapat meningkatkan kadar serotonin, hormon yang bekerja sebagai obat penenang alami di otak. Sedangkan karbohidrat seperti madu, akan membantu mengirimkan hormon serotonin ke otak dengan lebih cepat. 

2. Rutin berolahraga

Mengobati gangguan tidur juga bisa dilakukan dengan melakukan olahraga rutin, minimal 30 menit setiap harinya. Olahraga tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga dapat membantu mengelola stres serta memperbaiki suasana hati. 

Kamu bisa memilih olahraga dengan jenis dan durasi yang ringan seperti Tai Chi. Tai Chi merupakan olahraga yang dikenal mampu merangsang tidur dan mengurangi stres. Lakukan olahraga ini sebelum tidur, supaya kamu bisa tidur lebih cepat dan berkualitas. 

3. Gunakan aromaterapi atau bunga lavender

Lavender jadi salah satu tanaman herbal yang banyak digunakan untuk bantu mengatasi masalah tidur, meredakan kecemasan, serta mengurangi sakit kepala. Sebab, bunga lavender dapat meningkatkan gelombang delta pada otak, yang bisa mengurangi rasa gelisah saat tidur, sehingga tidur jadi lebih berkualitas. 

Ada banyak cara untuk mendapatkan manfaat dari bunga lavender, di antaranya: 

  • Meletakkan bunga lavender di sudut kamar tidur. 
  • Menggunakan aromaterapi yang mengandung bunga lavender. 
  • Mengonsumsi teh yang memiliki campuran bunga lavender. 

4. Minum teh herbal

Minum teh herbal juga menjadi salah satu cara alami untuk mengobati gangguan tidur. Ada beberapa jenis teh herbal yang bisa kamu coba, di antaranya: 

  • Teh chamomile. Chamomile dikenal mengandung flavonoid, yang bisa memberikan efek menenangkan pada otak, sehingga kamu bisa tidur dengan nyenyak. 
  • Teh valerian. Terbuat dari akar dan rimpang kering tanaman valerian. Kandungan di dalamnya mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, serta menghasilkan tidur yang berkualitas. 

5. Mandi air hangat

Mandi air hangat menjelang jam tidur dapat membantu kamu tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. Selain itu, kualitas tidur pun bisa meningkat dan tubuh jadi lebih segar saat bangun di pagi hari. 

Jika tidak punya waktu untuk mandi atau berendam di air hangat, kamu bisa coba merendam kaki selama 15-20 menit di air hangat. Ini dapat menghasilkan efek yang sama dan membuat tubuh lebih rileks.

6. Matikan lampu dan jauhkan gadget

Bagi kamu yang mengidap insomnia, lingkungan tidur yang tenang dan santai sangat penting untuk tidur tanpa gangguan. Nah, salah satu solusi tidur alami yang paling efektif adalah menjauhkan semua perangkat elektronik yang memiliki layar bercahaya, seperti ponsel, tablet, dan laptop.

Cahaya biru dari perangkat elektronik dapat mengganggu ritme sirkadian, sehingga kamu sulit untuk tertidur. Bahkan jika dapat tertidur, bunyi atau getaran dari ponsel saat notifikasi masuk dapat mengganggu tidur. 

Penyebab Gangguan Tidur

Gangguan tidur bisa muncul dari berbagai faktor yang memengaruhi cara otak dan tubuh memproses rasa lelah, stres, dan ritme biologis harian. Berikut berbagai potensi penyebabnya:

  • Stres dan kecemasan: Otak tetap aktif sehingga sulit tertidur atau mudah terbangun.
  • Penggunaan gadget sebelum tidur: Cahaya biru menekan hormon melatonin.
  • Kebiasaan tidur tidak teratur: Jam tidur berubah-ubah, tidur siang terlalu lama, konsumsi kafein malam hari.
  • Kondisi medis tertentu: Sleep apnea, asam lambung, nyeri kronis, gangguan tiroid, dan lainnya.
  • Lingkungan tidur yang buruk: Ruangan terang, bising, suhu tidak nyaman, kasur kurang mendukung.
  • Pola hidup tidak sehat: Makan berat sebelum tidur, kurang olahraga, konsumsi alkohol atau nikotin.

Tips Membentuk Kebiasaan Tidur yang Baik

Membentuk kebiasaan tidur yang baik membutuhkan konsistensi dan rutinitas yang melatih otak mengenali sinyal “waktu istirahat”. Begini tipsnya:

  • Tetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari.
  • Buat rutinitas relaksasi sebelum tidur (membaca, meditasi, mandi air hangat).
  • Hindari gadget 1 jam sebelum tidur agar melatonin bekerja optimal.
  • Ciptakan lingkungan tidur nyaman: ruangan gelap, sejuk, sunyi, dan kasur yang mendukung.
  • Gunakan aromaterapi atau white noise jika membantu meningkatkan rasa tenang.
  • Kurangi tidur siang panjang agar tidak mengganggu ritme sirkadian.
  • Catat pikiran yang mengganggu dalam jurnal sebelum tidur untuk meredakan overthinking.
  • Batasi kafein, alkohol, dan makan berat menjelang waktu tidur.

 

Sumber : halodoc.com

Jumat, 21 November 2025

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah dengan Aman dan Efektif

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah dengan Aman dan Efektif

Jum'at, 21 November 2025

Cara menghilangkan chicken skin di wajah bisa dilakukan dengan perawatan rutin dan bantuan dokter kulit.

Chicken skin di wajah adalah istilah populer untuk kondisi keratosis pilaris, yaitu penumpukan keratin yang menyumbat folikel rambut.

Akibatnya, kulit tampak kasar, berbintik kecil, dan menyerupai kulit ayam setelah dicabut bulunya. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi sering mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Cara menghilangkan chicken skin di wajah bukan sekadar soal kosmetik, tetapi juga menyangkut kesehatan kulit. Dengan perawatan yang tepat, tekstur kulit bisa lebih halus dan merata.

Apa Itu Chicken Skin di Wajah?

Chicken skin atau keratosis pilaris adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil dan kasar di permukaan kulit.

Bintik-bintik ini menyerupai kulit ayam yang dicabut bulunya, sehingga disebut “chicken skin”.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menular, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan.

Keratosis pilaris terjadi ketika keratin, protein yang melindungi kulit dari infeksi dan zat berbahaya, menumpuk dan menyumbat folikel rambut. Akibatnya, terbentuklah benjolan-benjolan kecil yang terasa kasar saat disentuh.

Kondisi ini sering terjadi pada lengan atas, paha, dan bokong, tetapi juga dapat muncul di wajah, terutama pada pipi.

Alasan Chicken Skin di Wajah Perlu Diatasi

Melakukan perawatan untuk menghilangkan chicken skin memberikan beberapa manfaat:

  • Meningkatkan kepercayaan diri: Kulit wajah lebih halus membuat penampilan lebih segar.
  • Mengurangi risiko iritasi: Chicken skin yang dibiarkan bisa menimbulkan peradangan ringan atau rasa gatal.
  • Memaksimalkan penyerapan skincare: Kulit yang lebih halus menyerap produk perawatan lebih baik.
  • Menjaga kesehatan kulit jangka panjang: Eksfoliasi teratur dan hidrasi membuat kulit lebih sehat.

Dengan begitu, cara menghilangkan chicken skin di wajah bukan hanya soal estetika, tetapi juga perawatan jangka panjang.

Gejala Chicken Skin yang Perlu Diketahui

Gejala utama chicken skin adalah munculnya bintik-bintik kecil dan kasar, biasanya berwarna putih atau kemerahan, di permukaan kulit.

Bintik-bintik ini seringkali terasa seperti amplas halus saat disentuh. Area yang paling umum terkena adalah:

  • Lengan atas
  • Paha
  • Pantat
  • Wajah (terutama pada anak-anak)

Selain bintik-bintik kasar, gejala lain yang mungkin menyertai chicken skin meliputi:

  • Kulit kering dan bersisik
  • Gatal ringan
  • Peradangan ringan di sekitar bintik-bintik

Gejala chicken skin cenderung memburuk saat cuaca kering atau selama musim dingin.

Penyebab Chicken Skin pada Wajah

Penyebab pasti chicken skin belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini terkait dengan faktor genetik.

Kondisi ini terjadi ketika keratin menumpuk di pori-pori kulit, menghalangi pembukaan folikel rambut.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu atau memperburuk kondisi ini meliputi:

  • Kulit kering
  • Eksim (dermatitis atopik)
  • Ichthyosis vulgaris (kondisi kulit kering dan bersisik)
  • Alergi

Menurut WHO, keratosis pilaris bukanlah kondisi yang disebabkan oleh infeksi atau kebersihan yang buruk.

Cara Menghilangkan Chicken Skin di Wajah

Meskipun tidak ada obat untuk chicken skin, ada beberapa cara untuk membantu mengurangi gejala dan memperbaiki penampilan kulit.

Berikut adalah beberapa metode yang aman dan efektif:

  1. Eksfoliasi rutin: Eksfoliasi membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan membuka pori-pori yang tersumbat. Gunakan scrub lembut atau produk eksfoliasi kimia yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA) atau asam beta hidroksi (BHA).
  2. Pelembap: Menjaga kulit tetap lembap sangat penting untuk mengurangi kekeringan dan gatal. Gunakan pelembap yang kaya akan emolien seperti ceramide, petrolatum, atau lanolin.
  3. Mandi air hangat: Mandi air hangat (bukan panas) dapat membantu melonggarkan keratin yang menyumbat pori-pori. Hindari menggosok kulit terlalu keras saat mandi.
  4. Humidifier: Menggunakan humidifier di rumah dapat membantu menjaga kelembapan udara, terutama selama musim dingin.
  5. Hindari menggaruk: Menggaruk bintik-bintik chicken skin dapat menyebabkan iritasi dan peradangan, yang dapat memperburuk kondisi.

Perawatan Medis untuk Chicken Skin

Jika perawatan di rumah tidak memberikan hasil yang memuaskan, dokter kulit mungkin merekomendasikan perawatan medis seperti:

  • Krim resep: Krim yang mengandung urea, asam laktat, atau retinoid dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan mengurangi peradangan.
  • Terapi laser: Terapi laser dapat membantu mengurangi kemerahan dan memperbaiki tekstur kulit.
  • Mikrodermabrasi: Prosedur ini melibatkan penggunaan alat khusus untuk mengangkat lapisan atas sel-sel kulit mati.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum memulai perawatan medis apa pun.

Tips Tambahan untuk Mengatasi Chicken Skin

Berikut adalah beberapa tips tambahan yang dapat membantu mengatasi chicken skin:

  • Gunakan sabun lembut: Hindari sabun yang keras dan mengandung pewangi, karena dapat mengeringkan kulit.
  • Eksfoliasi dengan lembut: Jangan menggosok kulit terlalu keras saat eksfoliasi, karena dapat menyebabkan iritasi.
  • Konsumsi air yang cukup: Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting untuk kesehatan kulit secara keseluruhan.
  • Gunakan pakaian yang longgar: Pakaian yang ketat dapat mengiritasi kulit dan memperburuk chicken skin.

Efek Samping Menghilangkan Chicken Skin di Wajah

Meskipun perawatan chicken skin bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Eksfoliasi berlebihan bisa menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, atau kering.
  • Produk berbahan aktif seperti retinoid dapat menimbulkan purging atau kulit mengelupas pada awal pemakaian.
  • Perawatan medis seperti laser atau chemical peeling bisa menimbulkan rasa perih sementara dan membutuhkan biaya lebih tinggi.
  • Tidak bisa hilang permanen: Keratosis pilaris cenderung kronis. Perawatan hanya mengurangi gejala, bukan menyembuhkan total.

Oleh karena itu, cara menghilangkan chicken skin di wajah harus dilakukan konsisten dan dengan bimbingan ahli kulit.

Pencegahan Chicken Skin: Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Meskipun chicken skin tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko atau mencegahnya menjadi lebih buruk:

  • Jaga kelembapan kulit: Gunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi.
  • Hindari mandi air panas terlalu lama: Mandi air panas dapat mengeringkan kulit.
  • Eksfoliasi secara teratur: Eksfoliasi membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori.
  • Lindungi kulit dari sinar matahari: Gunakan tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

 

Sumber : halodoc.com

Kamis, 20 November 2025

Cara Mengukur Suhu Tubuh Normal pada Bayi

Cara Mengukur Suhu Tubuh Normal pada Bayi

Kamis, 20 November 2025

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36,5°C hingga 37,5°C, tergantung usia, aktivitas, dan waktu pengukuran. 

Memantau suhu tubuh bayi adalah salah satu cara penting untuk memastikan kesehatannya. 

Sebagai orang tua, penting memahami berapa suhu normal bayi, bagaimana cara mengukurnya dengan tepat, dan kapan harus mencari pertolongan medis. 

Berikut ini panduan lengkap mengenai cara mengukur suhu normal bayi. Sehingga dapat membantu ibu mengetahui apakah perlu membawa si Kecil ke dokter atau tidak. 

Berapa Sebenarnya Suhu Normal Bayi?

Suhu tubuh normal bayi umumnya berada di kisaran 36,5°C hingga 37,5°C (97,7°F – 99,5°F). 

Suhu ini dapat bervariasi tergantung usia bayi, tingkat aktivitas, dan waktu pengukuran. 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh bukan angka mutlak, melainkan rentang yang berbeda pada setiap bayi.

  • Suhu normal: 36,5°C – 37,5°C
  • Hipotermia (rendah): di bawah 36,5°C
  • Demam (tinggi): di atas 37,5°C

Jika suhu tubuh bayi berada di luar rentang ini, penting segera mencari penyebab dan mengambil tindakan sesuai kondisi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suhu Tubuh Bayi

Beberapa hal yang memengaruhi suhu tubuh bayi antara lain:

  • Usia

Bayi baru lahir cenderung memiliki suhu tubuh yang kurang stabil karena sistem pengaturan suhu (termoregulasi) mereka belum berkembang sempurna.

Itulah mengapa bayi rentan mengalami penurunan atau kenaikan suhu lebih cepat dibandingkan anak yang lebih besar.

  • Aktivitas

Setelah bayi bergerak aktif, seperti merangkak atau bermain, suhu tubuhnya bisa sedikit meningkat. 

Hal ini wajar, namun orang tua tetap perlu memastikan agar suhu tidak naik berlebihan yang dapat menandakan demam.

  • Waktu pengukuran

Suhu tubuh biasanya lebih tinggi pada sore atau malam hari dibandingkan pagi hari.

Perubahan ini normal karena berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh.

  • Pakaian

Memakaikan pakaian terlalu tebal atau berlapis-lapis dapat membuat bayi kepanasan dan suhu tubuhnya naik di luar batas normal.

Sebaliknya, pakaian yang terlalu tipis di ruangan dingin bisa menyebabkan bayi kedinginan.

  • Lingkungan

Suhu ruangan sangat berpengaruh terhadap kondisi bayi. Ruangan yang terlalu panas bisa membuat bayi kepanasan, sedangkan ruangan terlalu dingin bisa membuatnya hipotermia. 

Oleh karena itu, menjaga suhu ruangan tetap nyaman sangatlah penting.

Cara Mengukur Suhu Tubuh Bayi yang Tepat

Mengukur suhu tubuh bayi perlu dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya akurat. 

Pemilihan metode biasanya disesuaikan dengan usia bayi dan kenyamanan saat pemeriksaan.

  • Rektal

Merupakan metode paling akurat, terutama untuk bayi di bawah 3 bulan.

Pengukuran dilakukan dengan memasukkan ujung termometer yang sudah diberi pelumas ke dalam rektum bayi sekitar 1,5–2,5 cm.

Meski akurat, cara ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai bayi.

  • Aksila (ketiak)

Metode ini lebih mudah dan aman dilakukan, namun hasilnya kurang akurat dibandingkan rektal. 

Cocok dipakai saat pemeriksaan cepat di rumah atau bila bayi tidak nyaman dengan metode lain.

  • Oral (mulut)

Hanya disarankan untuk anak yang lebih besar (biasanya di atas 4–5 tahun) yang sudah bisa memegang termometer dengan benar di mulut tanpa banyak bergerak.

  • Telinga (timpanic)

Menggunakan termometer inframerah yang ditempatkan di saluran telinga. Hasilnya cepat, tetapi bisa kurang tepat jika posisi termometer tidak pas atau ada sumbatan kotoran telinga.

  • Dahi (temporal artery)

Menggunakan sensor inframerah yang diarahkan ke dahi. Metode ini non-invasif, nyaman, dan praktis digunakan, meski akurasi bisa dipengaruhi suhu lingkungan.

Selain memilih metode yang tepat, penting juga untuk selalu membersihkan termometer sebelum dan sesudah digunakan, serta membaca petunjuk penggunaan alat agar hasil pengukuran lebih terpercaya.

Jenis Alat Pengukur Suhu yang Aman untuk Bayi

Memantau suhu tubuh sangat penting untuk memastikan kondisi Si Kecil tetap sehat, terutama karena suhu normal bayi bisa berubah-ubah tergantung aktivitas, waktu tidur, atau lingkungan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, kamu perlu memilih alat pengukur suhu yang tepat.

Mengingat suhu normal bayi berada di kisaran tertentu, penggunaan termometer yang aman akan membantu kamu mendeteksi demam sejak dini dan mencegah kondisi memburuk.

Berikut beberapa jenis termometer yang umum dan aman digunakan untuk memastikan apakah suhu normal bayi berada dalam batas ideal atau mulai mengalami kenaikan:

1. Termometer Digital

Termometer ini paling sering direkomendasikan karena cepat, praktis, dan akurat.

Banyak dokter menyarankan termometer digital untuk memantau suhu normal bayi di rumah, baik melalui ketiak, mulut (untuk anak lebih besar), atau rektal.

Cara pembacaannya yang mudah membuatnya cocok digunakan oleh orang tua baru.

2. Termometer Rektal

Ini adalah pilihan terbaik untuk memastikan akurasi, terutama pada bayi di bawah 3 bulan. Termometer rektal biasanya memiliki ujung fleksibel yang dirancang khusus agar aman dan nyaman digunakan.

Pengukuran melalui rektal paling ideal saat kamu ingin memastikan apakah suhu sudah melewati batas suhu normal bayi, misalnya saat Si Kecil terlihat lebih rewel atau lesu.

3. Termometer Telinga (In-Ear Thermometer)

Termometer ini menggunakan teknologi inframerah untuk membaca suhu dari saluran telinga. Hasilnya cepat, tetapi akurasinya dapat dipengaruhi oleh posisi alat atau adanya kotoran telinga.

Meski begitu, termometer telinga tetap menjadi pilihan populer untuk memeriksa apakah perubahan dari suhu normal bayi mulai terjadi, terutama untuk bayi di atas 6 bulan.

4. Termometer Dahi (Temporal Thermometer)

Jenis termometer ini mengukur suhu melalui pembuluh darah di dahi menggunakan inframerah. Cara penggunaannya sangat nyaman dan non-invasif sehingga cocok digunakan saat bayi sedang tidur.

Meskipun hasilnya mungkin sedikit berbeda dibanding rektal, termometer dahi tetap efektif untuk memantau apakah suhu normal bayi berada di angka aman atau perlu dipantau lebih lanjut.

 

Sumber : halodoc.com