PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Jumat, 02 Januari 2026

Ketahui Arti Kedutan Mata Kanan Atas, dari Medis Hingga Mitos

Ketahui Arti Kedutan Mata Kanan Atas, dari Medis Hingga Mitos

Kamis, 02 Januari 2026

Kedutan mata kanan atas bisa menjadi gejala suatu masalah kesehatan, seperti pola makan yang tidak sehat, hingga mata kering atau tegang.


Pernah mengalami kedutan mata kanan atas lalu bertanya arti mata kanan atas kedutan?Jika berhubungan dengan kepercayaan, kondisi ini bisa jadi pertanda baik. 

Namun, bukan tidak mungkin, mata kanan atas yang mengalami kedutan juga menjadi tanda yang tidak baik.

Sebab, jika berhubungan dengan medis, kedutan pada mata kanan atas bisa mengindikasikan masalah kesehatan pada indera penglihatan. 

Supaya kamu terhindar dari risikonya, simak terlebih dahulu beberapa arti kedutan mata kanan atas, mulai dari medis hingga mitos. ata kanan atas bisa mengindikasikan masalah kesehatan pada indera penglihatan. 

Penyebab Kedutan Mata Kanan Atas dari Sisi Medis

Kedutan pada mata kanan atas bisa menandakan adanya gejala tidak biasa pada tubuh, termasuk pada beberapa kondisi berikut ini.

1. Stres berlebihan

Stres memang membawa efek negatif untuk kesehatan, baik secara fisik maupun emosional. Salah satunya adalah mata bagian atas yang berkedut lebih sering.

Jika kamu mengalaminya dan memang sedang merasa cemas atau stres, kamu bisa melakukan yoga, meditasi, atau relaksasi untuk mengurangi kondisi tersebut.

2. Mata kering dan tegang

Umumnya, kedutan mata kanan atas yang terjadi karena kondisi mata yang kering. Hal ini lebih sering terjadi pada lansia berusia 50 tahun atau lebih.

Selain itu, mata kering juga membuat penglihatan menjadi kurang nyaman dan terganggu.

Mata kering sama dengan mata tegang, penyebabnya karena terlalu lama menatap layar baik laptop, televisi, atau smartphone.

Jika kamu mengalami kedutan mata karena tegang, kamu bisa melakukan tindakan relaksasi mata dengan aturan 20-20-20.

Ini berarti, setelah melihat layar selama 20 menit, kamu harus mengalihkan pandangan pada objek dengan jarak kurang lebih 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. 

Cara ini terbilang efektif untuk membantu mengurangi mata lelah yang dapat memicu kedutan pada mata kanan bagian atas.

Selain itu, kamu juga bisa memakai kacamata dengan lensa khusus untuk mengurangi paparan sinar biru dari perangkat gawai. 

Bahkan, kedutan mata kanan atas dalam pandangan medis juga bisa mengarah pada kondisi awal dari kelainan pergerakan kronis. 

3. Pola makan tidak sehat

Pola dan asupan makanan tidak sehat bisa membuat kebutuhan nutrisi tubuh tidak tercukupi, salah satunya kebutuhan akan magnesium.

Para ahli berpendapat, hal ini ada hubungannya dengan peningkatan risiko kedutan pada mata. Tak hanya itu, mengonsumsi kafein berlebihan juga memicu risiko serupa. 

Selain mengonsumsi makanan sehat, kamu juga bisa minum suplemen atau vitamin untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

4. Kejang otot

Kejang otot memiliki sebutan medis myokymia.  Ini merupakan kondisi ketika otot kelopak mata mengalami kejang yang berulang dan tidak dapat kamu kendalikan.

Seharusnya, penyakit mata ini bisa membaik dan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa waktu tanpa harus melakukan penanganan medis. 

5. Mengalami alergi atau iritasi mata

Penyebab kedutan yang terakhir yaitu adanya alergi atau iritasi pada mata. 

Alergi yang menyebabkan gatal atau iritasi pada mata, yang kemudian dapat memicu seseorang menggosok mata. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat mengganggu otot di sekitar mata.

Selain itu, reaksi alergi dapat meningkatkan histamin di tubuh, yang juga dapat memicu kedutan. 

Apa Kata Riset?

Melansir dari studi yang dipublikasikan dalam Case Reports in Psychiatryseorang wanita berusia 47 tahun yang menggunakan obat topiramat (TPM) untuk mengatasi masalah makan berlebihan.

Namun, ia mengalami keluhan kedutan pada kelopak mata bawah sebelah kiri. Kedutan ini kemudian menyebar ke kelopak mata atas dan alis mata di sisi yang sama. 

Setelah pemeriksaan dan penyelidikan, ditemukan bahwa kedutan ini disebabkan oleh penggunaan obat topiramat.

Meskipun umumnya digunakan untuk mengatasi epilepsi dan gangguan makan, obat topiramat ternyata dapat menimbulkan efek samping berupa kedutan pada kelopak mata. 

Penyebab Kedutan Mata Kanan Atas dari Sisi Mitos

Sementara itu, beberapa orang juga mengaitkan kedutan mata kanan atas dengan mitos.

Ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat terkait hal tersebut, antara lain: 

1. Akan mendapat kabar baik

Mitos ini percaya bahwa jika mata kanan atas berkedut, seseorang akan menerima kabar gembira. Contohnya seperti keberhasilan atau berita menyenangkan dari orang terdekat. 

Banyak orang menghubungkannya dengan kepercayaan lama, yang mengaitkan gerakan tubuh tertentu dengan nasib baik. Namun, ini hanyalah kebetulan dan tidak memiliki dasar ilmiah. 

2. Akan bertemu dengan seseorang yang dinantikan 

Ada kepercayaan yang mengatakan kalau kedutan mata kanan atas, berarti seseorang akan segera bertemu dengan orang yang sudah lama tidak dijumpai. Misalnya seperti sahabat lama atau anggota keluarga. 

Mitos ini biasanya dipercaya oleh orang yang sedang menanti pertemuan khusus. 

3. Pertanda adanya keberuntungan finansial

Banyak yang menganggap kedutan mata kanan atas adalah simbol keberuntungan finansial, seperti menerima rezeki tak terduga atau keuntungan dalam bisnis. 

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus mata kedutan tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami:

  • Kedutan yang berlangsung terus-menerus selama berminggu-minggu.
  • Kedutan yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Kedutan yang disertai dengan gejala lain, seperti penglihatan kabur, pusing, atau kelopak mata terkulai.
  • Kedutan yang menyebar ke bagian wajah lain.

Sumber : halodoc.com

Kamis, 01 Januari 2026

Kenapa Sering Sakit Kepala? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kenapa Sering Sakit Kepala? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kamis, 01 Januari 2026

Sakit kepala bisa disebabkan banyak hal, mulai dari dehidrasi hingga penyakit jantung.


Sakit kepala memang umum terjadi, tapi kalau muncul berulang kali, itu bisa jadi bikin aktivitas jadi berantakan.

Banyak orang menganggapnya sepele dan cukup minum obat, padahal penyebabnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Ada yang dipicu oleh kurang minum, ada yang karena mata lelah, bahkan ada yang berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, penting banget untuk memahami apa yang sebenarnya memicu sakit kepala yang kamu alami.

Apa Itu Sakit Kepala?

Sakit kepala adalah kondisi nyeri di kepala, bisa terasa berdenyut, tegang, atau seperti ditusuk-tusuk.

Nyeri ini bisa terlokalisasi di satu area atau menyebar ke seluruh kepala. Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala.

Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Umum

Ada berbagai jenis sakit kepala, yang paling umum adalah:

  • Sakit kepala tegang: Jenis sakit kepala yang paling umum, biasanya terasa seperti tekanan atau lilitan di kepala.
  • Migrain: Sakit kepala parah yang sering disertai mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
  • Sakit kepala cluster: Sakit kepala yang sangat parah yang terjadi dalam kelompok atau siklus.
  • Sakit kepala sinus: Sakit kepala yang disebabkan oleh infeksi sinus

Alasan Kenapa Sering Sakit Kepala

Lantas, kepala sering pusing kenapa? Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab sering sakit kepala:

1. Stres atau tekanan psikologis

Ketika kamu merasa cemas, stres, atau sedang berada di bawah tekanan, tubuh akan melepaskan hormon stres yang dapat memicu sakit kepala tegang (tension-type headache). 

Biasanya, sakit kepala ini terasa seperti ada tekanan di sekitar dahi atau belakang kepala.

2. Kurang tidur

Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur dapat menjadi salah satu penyebab sakit kepala. Otak membutuhkan istirahat yang cukup untuk berfungsi dengan baik.

Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, tubuh akan memberikan sinyal berupa sakit kepala sebagai tanda kelelahan.

3. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dalam tubuh juga dapat memicu sakit kepala.

Dehidrasi menyebabkan volume darah menurun, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. Akibatnya, kamu bisa merasakan pusing atau sakit kepala.

4. Kebiasaan makan yang buruk

Melewatkan waktu makan atau mengonsumsi makanan tertentu seperti makanan tinggi MSG, kafein berlebih, atau makanan olahan bisa menjadi pemicu sakit kepala.

Perubahan kadar gula darah akibat telat makan juga bisa menyebabkan rasa nyeri di kepala.

5. Masalah pada penglihatan

Gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau astigmatisme dapat menyebabkan mata bekerja lebih keras saat fokus, sehingga memicu sakit kepala.

Kondisi ini biasanya terjadi setelah membaca, menatap layar komputer, atau menggunakan gadget dalam waktu lama tanpa istirahat.

6. Migrain

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami. Penyebab migrain belum sepenuhnya diketahui, tetapi kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor genetik, hormon, dan pemicu tertentu seperti stres, makanan, atau perubahan cuaca.

Migrain biasanya disertai gejala lain seperti mual, muntah, atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

7. Gangguan sinus

Sakit kepala akibat sinusitis biasanya terjadi ketika ada peradangan atau infeksi pada sinus. 

Rasa sakitnya sering terasa di sekitar mata, dahi, atau pipi, dan bisa disertai dengan hidung tersumbat atau berair.

8. Efek samping obat atau konsumsi berlebihan

Penggunaan obat penghilang rasa sakit secara berlebihan justru dapat menyebabkan sakit kepala rebound.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh menjadi terlalu bergantung pada obat tersebut, sehingga memicu sakit kepala ketika efeknya mulai hilang.

9. Tekanan darah tinggi

Meskipun tekanan darah tinggi jarang menimbulkan gejala, pada kasus tertentu tekanan darah yang sangat tinggi dapat memicu sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda komplikasi serius.

Faktor Risiko Sakit Kepala

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit kepala, antara lain:

  • Riwayat sakit kepala.
  • Usia (lebih umum pada dewasa muda).
  • Jenis kelamin (wanita lebih sering mengalami sakit kepala tegang dan migrain).
  • Pekerjaan yang menyebabkan stres.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu sering mengalami sakit kepala yang:

  • Tidak membaik meskipun sudah beristirahat atau minum obat.
  • Disertai gejala lain seperti kebas, lemas, penglihatan kabur, atau kesulitan berbicara.
  • Terjadi sangat sering atau semakin parah.
  • Muncul secara tiba-tiba dan sangat intens.

Segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis yang tepat dapat membantu menemukan penyebab sakit kepala dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Cara Mencegah Sakit Kepala

Untuk mencegah sakit kepala sering kambuh, kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut:

  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Tidur cukup dan teratur.
  • Kelola stres dengan meditasi, yoga, atau olahraga.
  • Hindari pemicu sakit kepala seperti makanan tertentu atau paparan layar yang terlalu lama.
  • Jaga pola makan sehat dan jangan melewatkan waktu makan.

Dengan memahami penyebab sakit kepala, kamu dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengatasinya.


Sumber : halodoc.com