PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO

PT RADIO NUANSA FM BOJONEGORO


Sabtu, 17 Januari 2026

Ini Permainan Tradisional Indonesia yang Menyenangkan dan Menyehatkan

Ini Permainan Tradisional Indonesia yang Menyenangkan dan Menyehatkan

Sabtu, 17 Januari 2026

Indonesia memiliki berbagai permainan tradisional seperti petak umpet, gundu dan congklak.


Permainan tradisional Indonesia bukan hanya sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan juga bagian penting dari warisan budaya yang kaya.

Aktivitas ini menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, serta berperan dalam membentuk karakter dan mempererat hubungan sosial.

Di tengah gempuran teknologi dan permainan modern, penting untuk terus melestarikan dan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Kali ini Halodoc akan mengulas berbagai aspek mengenai permainan tradisional, termasuk manfaatnya, jenis-jenisnya, serta upaya pelestariannya di era modern.

Dengan memahami lebih dalam tentang permainan tradisional, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya ini dan mendorong partisipasi aktif dalam melestarikannya.

Apa Itu Permainan Tradisional?

Permainan tradisional adalah permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Permainan ini umumnya dimainkan secara berkelompok atau individu, menggunakan alat-alat sederhana atau bahkan tanpa alat sama sekali.

Lebih dari sekadar hiburan, permainan tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.

Permainan tradisional bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga cerminan nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat.

Permainan tradisional memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak, menanamkan nilai-nilai luhur, serta mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.

Manfaat Permainan Tradisional untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Permainan tradisional menawarkan beragam manfaat, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga untuk kesehatan fisik dan mental.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari permainan tradisional:

  • Meningkatkan Keterampilan Motorik

Banyak permainan tradisional melibatkan gerakan fisik seperti berlari, melompat, dan melempar, yang membantu meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus.

  • Melatih Koordinasi dan Keseimbangan

Permainan seperti engklek atau lompat tali melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki, serta meningkatkan keseimbangan tubuh.

  • Meningkatkan Kekuatan dan Stamina

Aktivitas fisik yang terlibat dalam permainan tradisional dapat meningkatkan kekuatan otot dan stamina tubuh secara keseluruhan.

  • Mengembangkan Keterampilan Sosial

Permainan tradisional sering dimainkan secara berkelompok, yang membantu mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan sportivitas.

  • Merangsang Kreativitas dan Imajinasi

Beberapa permainan tradisional, seperti bermain peran atau membuat rumah-rumahan dari bahan alam, dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak-anak.

  • Mengurangi Stres dan Meningkatkan Mood

Aktivitas fisik dan interaksi sosial yang terlibat dalam permainan tradisional dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, dan memberikan rasa bahagia.

Macam-Macam Permainan Tradisional Indonesia yang Populer

Indonesia memiliki beragam permainan tradisional yang unik dan menarik.

Berikut adalah beberapa contoh permainan tradisional yang populer di berbagai daerah:

  • Congklak

Permainan ini melibatkan dua orang yang saling mengisi dan memindahkan biji congklak di papan yang memiliki sejumlah lubang. Congklak melatih strategi dan kemampuan berhitung

  • Engklek

Permainan ini dimainkan dengan melompat-lompat di atas kotak-kotak yang digambar di tanah. Engklek melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.

  • Petak Umpet

Salah satu pemain bertugas mencari pemain lain yang bersembunyi. Petak umpet melatih kemampuan bersembunyi, mencari, dan kerja sama.

  • Lompat Tali

Permainan ini dimainkan dengan melompati tali yang diputar oleh dua orang. Lompat tali melatih kelincahan, koordinasi, dan kekuatan kaki.

  • Gasing

Gasing adalah mainan yang diputar dengan menggunakan tali. Permainan gasing melatih keterampilan motorik halus dan kesabaran.

  • Layang-Layang

Layang-layang diterbangkan dengan menggunakan tali dan memanfaatkan angin. Bermain layang-layang melatih koordinasi mata dan tangan, serta memberikan pengalaman menyenangkan di alam terbuka.

Selain permainan-permainan di atas, masih banyak lagi permainan tradisional lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti bentengan, gobak sodor, dan egrang.

Setiap permainan memiliki ciri khas dan manfaatnya masing-masing, namun semuanya memiliki kesamaan dalam mempromosikan interaksi sosial, aktivitas fisik, dan pelestarian budaya.

Tips Memilih Permainan Tradisional yang Sesuai untuk Anak

Memilih permainan tradisional yang sesuai untuk anak memerlukan perhatian terhadap beberapa faktor.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu orang tua dalam memilih permainan tradisional yang tepat:

  • Usia dan Kemampuan Anak: Pilih permainan yang sesuai dengan usia dan kemampuan fisik serta kognitif anak. Permainan yang terlalu sulit atau terlalu mudah dapat membuat anak frustrasi atau bosan.
  • Minat Anak: Libatkan anak dalam memilih permainan yang mereka sukai. Minat anak akan meningkatkan motivasi mereka untuk bermain dan belajar.
  • Keamanan: Pastikan permainan yang dipilih aman untuk dimainkan. Perhatikan lingkungan bermain dan hindari permainan yang berpotensi menyebabkan cedera.
  • Nilai Edukatif: Pilih permainan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memiliki nilai edukatif. Permainan yang melibatkan strategi, kerja sama, atau kreativitas dapat membantu mengembangkan keterampilan anak.
  • Variasi: Tawarkan berbagai jenis permainan tradisional untuk memberikan pengalaman yang beragam dan memperkaya pengetahuan anak tentang budaya Indonesia.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, orang tua dapat memilih permainan tradisional yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang anak.

Permainan Tradisional di Era Modern: Tantangan dan Pelestarian

Di era modern, permainan tradisional menghadapi berbagai tantangan akibat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Namun, upaya pelestarian terus dilakukan untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh permainan tradisional antara lain:

  • Kurangnya Minat: Anak-anak cenderung lebih tertarik pada permainan digital dan gadget, sehingga minat terhadap permainan tradisional menurun.
  • Keterbatasan Ruang: Urbanisasi dan pembangunan perumahan mengurangi ketersediaan ruang terbuka untuk bermain permainan tradisional.
  • Kurangnya Sosialisasi: Banyak orang tua dan guru yang kurang familiar dengan permainan tradisional, sehingga kurang mensosialisasikannya kepada anak-anak.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, berbagai upaya pelestarian dilakukan, antara lain:

  • Mengintegrasikan Permainan Tradisional ke dalam Kurikulum Sekolah: Beberapa sekolah mulai memasukkan permainan tradisional sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya.
  • Mengadakan Festival dan Lomba Permainan Tradisional: Festival dan lomba permainan tradisional dapat menarik perhatian masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya.
  • Memanfaatkan Teknologi untuk Mempromosikan Permainan Tradisional: Pengembangan aplikasi dan game digital yang berbasis permainan tradisional dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan minat generasi muda.
  • Mendukung Komunitas dan Organisasi yang Peduli terhadap Permainan Tradisional: Banyak komunitas dan organisasi yang aktif melestarikan permainan tradisional melalui berbagai kegiatan. Dukungan terhadap komunitas ini dapat memperkuat upaya pelestarian warisan budaya.

Dengan upaya pelestarian yang berkelanjutan, diharapkan permainan tradisional dapat tetap eksis dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia di era modern.

Kesimpulan

Permainan tradisional Indonesia adalah warisan budaya yang kaya akan manfaat bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan di era modern, upaya pelestarian terus dilakukan untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Dengan mengenalkan dan memainkan permainan tradisional, masyarakat dapat berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya, meningkatkan kesehatan, dan mempererat hubungan sosial.

Mari lestarikan permainan tradisional Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.



Sumber : halodoc.com

Jumat, 16 Januari 2026

10 Khasiat Jahe Beserta Bukti Ilmiahnya

10 Khasiat Jahe Beserta Bukti Ilmiahnya

Jum'at, 16 Januari 2026

Jahe, rempah populer dengan segudang manfaat kesehatan bisa kamu konsumsi lebih sering.


Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang populer sebagai rempah-rempah dan obat tradisional.

Selain memberikan rasa hangat dan aroma khas pada masakan, jahe juga memiliki berbagai khasiat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah.

Jahe berasal dari Asia Tenggara dan telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional berbagai budaya.

Rimpang jahe memiliki rasa pedas dan aroma khas yang berasal dari senyawa gingerol.

Kandungan Nutrisi Jahe

Jahe mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk:

  • Gingerol
  • Vitamin B3 dan B6
  • Zat besi
  • Kalium
  • Magnesium
  • Antioksidan

Gingerol merupakan senyawa bioaktif utama dalam jahe yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat obatnya.

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Berikut beberapa manfaat untuk kesehata untuk kesehatan:

Meredakan mual

Jahe efektif meredakan berbagai jenis mual, termasuk mual di pagi hari (morning sickness) pada ibu hamil, mual akibat kemoterapi, dan mabuk perjalanan.

Sebuah tinjauan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe sama efektifnya dengan beberapa obat anti-mual, tetapi dengan efek samping yang lebih sedikit (Ernst & Pittler, 2000).

Menurut Kementerian Kesehatan RI, jahe dapat membantu meredakan mual karena kandungan gingerolnya yang bekerja menenangkan sistem pencernaan.

Mengurangi nyeri otot

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nyeri otot akibat olahraga. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pain menemukan bahwa konsumsi jahe setiap hari selama 11 hari secara signifikan mengurangi nyeri otot setelah olahraga.

Efek antiinflamasi

Gingerol dalam jahe memiliki sifat antiinflamasi yang kuat. Peradangan kronis dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Dengan mengurangi peradangan, jahe dapat membantu mencegah dan mengelola kondisi-kondisi ini.

Jahe dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Pharmaceutical Research menemukan bahwa konsumsi jahe dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 (Ebrahimzadeh Attari et al., 2016).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (“jahat”) dan trigliserida.

Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Dengan menurunkan kolesterol, jahe dapat membantu melindungi kesehatan jantung.

Melawan infeksi

Jahe memiliki sifat antimikroba dan antivirus yang dapat membantu melawan infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa jahe efektif melawan berbagai jenis bakteri, virus, dan jamur.

Meningkatkan fungsi otak

Peradangan kronis dan stres oksidatif dapat mempercepat penurunan fungsi otak. Karena jahe memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan, jahe berpotensi melindungi otak dari kerusakan dan meningkatkan fungsi kognitif.

Meredakan nyeri haid

Jahe dapat membantu meredakan nyeri haid (dismenore). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe sama efektifnya dengan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dalam mengurangi nyeri haid.

Melindungi dari kanker

Beberapa penelitian laboratorium dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa jahe memiliki potensi antikanker.

Gingerol dalam jahe dapat membantu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini.

Cara Mengonsumsi Jahe

Jahe dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, di antaranya:

  • Teh jahe
  • Suplemen jahe
  • Jahe segar yang ditambahkan ke masakan
  • Permen jahe

Dosis jahe yang dianjurkan bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan dan preferensi individu. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan dosis yang tepat untukmu.

Efek Samping Jahe

Jahe umumnya aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang. Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan, seperti:

  • Sakit perut
  • Mulas
  • Diare

Jahe dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan, seperti obat pengencer darah. Konsultasikan dengan dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mengonsumsi jahe secara teratur.

Resep Minuman Jahe yang Mudah Dibuat

Jika kamu tertarik manfaat di atas, berikut resep minuman jahe yang bisa kamu buat di rumah:

1. Wedang Jahe Madu

Minuman ini menggabungkan manfaat wedang jahe, manfaat air jahe, dan manfaat madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan nyeri, serta menjaga kesehatan pencernaan dan pernapasan.

Bahan-bahan:

  • 2 ruas jahe merah (bisa juga jahe biasa)
  • 500 ml air
  • 2 sdm madu (sesuai selera)
  • 1 batang serai (geprek)
  • 1 lembar daun pandan (opsional, untuk aroma)
  • 1 sdm perasan lemon atau jeruk nipis (opsional, untuk kesegaran)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih jahe, kemudian geprek atau iris tipis agar sari jahe lebih mudah keluar.
  2. Rebus jahe bersama serai dan daun pandan dalam 500 ml air hingga mendidih.
  3. Kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan selama 10-15 menit agar rasa jahe lebih pekat.
  4. Matikan api, saring air rebusan jahe ke dalam gelas.
  5. Tambahkan madu dan perasan lemon, aduk hingga larut.
  6. Sajikan hangat untuk mendapatkan manfaat maksimal.

2. Resep Susu Jahe Kurma

Minuman ini menggabungkan manfaat susu jahe, manfaat jahe merah, dan manfaat kurma untuk meningkatkan energi, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu relaksasi sebelum tidur.

Bahan-bahan:

  • 2 ruas jahe merah (bisa juga jahe biasa)
  • 3 butir kurma (buang bijinya, cincang kasar)
  • 250 ml susu cair (susu sapi atau susu almond)
  • 200 ml air
  • 1 sdm madu atau gula aren (sesuai selera)
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk (opsional, untuk aroma dan kehangatan tambahan)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih jahe, lalu geprek atau iris tipis agar sari jahenya lebih mudah keluar.
  2. Rebus jahe bersama air hingga mendidih, lalu kecilkan api dan biarkan mendidih perlahan selama 10 menit.
  3. Tambahkan kurma yang sudah dicincang dan biarkan mendidih sebentar agar sari kurmanya menyatu dengan jahe.
  4. Masukkan susu cair dan aduk rata. Panaskan sebentar (jangan sampai mendidih agar kandungan nutrisinya tetap terjaga).
  5. Matikan api, saring ke dalam gelas, lalu tambahkan madu atau gula aren sesuai selera.
  6. Taburkan kayu manis bubuk di atasnya untuk aroma yang lebih nikmat.

Batasan Konsumsi Jahe dan Efek Samping

Meskipun jahe memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit perut, diare, atau heartburn.

Batasan aman konsumsi jahe adalah sekitar 4 gram per hari. Konsultasikan dengan dokter jika kamu sedang menjalani pengobatan tertentu, terutama obat pengencer darah, karena jahe dapat berinteraksi dengan obat-obatan tersebut.



Sumber : halodoc.com