Defisit kalori merupakan konsep dasar yang penting dalam program penurunan berat badan.
Tanpa memahami defisit kalori, usaha diet dan olahraga sering kali terasa sia-sia karena berat badan tidak kunjung turun atau justru naik kembali.
Yuk, simak bagaimana cara menghitung defisit kalori di bawah ini!
Begini Cara Hitung Defisit Kalori
Menghitung defisit kalori perlu dilakukan secara bertahap agar hasil penurunan berat badan lebih aman dan berkelanjutan.
Berikut langkah-langkahnya lengkap dengan rumus yang bisa kamu gunakan.
1. Hitung Basal Metabolic Rate (BMR)
BMR adalah jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar, seperti bernapas, detak jantung, dan metabolisme saat istirahat total.
Rumus BMR yang umum digunakan adalah rumus Mifflin-St Jeor:
Untuk pria:
BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi badan dalam cm) − (5 × usia dalam tahun) + 5
Untuk wanita:
BMR = (10 × berat badan dalam kg) + (6,25 × tinggi badan dalam cm) − (5 × usia dalam tahun) − 161
Contoh:
Seorang wanita berusia 30 tahun, berat badan 65 kg, tinggi badan 160 cm:
BMR = (10 × 65) + (6,25 × 160) − (5 × 30) − 161
BMR = 650 + 1000 − 150 − 161 = 1.339 kalori
Artinya, tubuh membutuhkan sekitar 1.339 kalori per hari untuk bertahan hidup tanpa aktivitas.
2. Hitung Total Daily Energy Expenditure (TDEE)
TDEE adalah total kalori yang dibutuhkan tubuh dalam sehari, termasuk aktivitas fisik.
Untuk menghitungnya, kalikan BMR dengan faktor aktivitas berikut:
- Sangat jarang olahraga: BMR × 1,2
- Aktivitas ringan (1–3x/minggu): BMR × 1,375
- Aktivitas sedang (3–5x/minggu): BMR × 1,55
- Aktivitas berat (6–7x/minggu): BMR × 1,725
- Aktivitas sangat berat: BMR × 1,9
Contoh:
Jika BMR = 1.339 kalori dan aktivitas sedang:
TDEE = 1.339 × 1,55 = 2.075 kalori
Artinya, untuk menjaga berat badan, kamu membutuhkan sekitar 2.075 kalori per hari.
3. Tentukan Target Defisit Kalori
Setelah mengetahui TDEE, langkah selanjutnya adalah menentukan defisit kalori. Defisit yang dianjurkan umumnya berkisar 300–500 kalori per hari.
- Defisit 300 kalori → penurunan berat badan lebih lambat tapi stabil
- Defisit 500 kalori → penurunan berat badan lebih optimal dan masih aman
Contoh:
Jika TDEE = 2.075 kalori:
- Defisit 300 → target konsumsi = 1.775 kalori/hari
- Defisit 500 → target konsumsi = 1.575 kalori/hari
Target inilah yang menjadi acuan jumlah kalori harian dari makanan dan minuman.
Manfaat Menghitung Defisit Kalori untuk Turunkan Berat Badan
Menghitung defisit kalori bukan sekadar soal mengurangi porsi makan.
Jika dilakukan dengan tepat, cara ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
1. Membantu Penurunan Berat Badan Lebih Terarah
Defisit kalori terjadi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar.
Dengan menghitungnya secara sadar, kamu memiliki target yang jelas, bukan sekadar menebak-nebak apakah pola makanmu sudah “cukup diet” atau belum.
2. Menghindari Diet Ekstrem
Banyak orang tergoda untuk memangkas kalori secara drastis agar berat badan cepat turun.
Padahal, defisit kalori yang terlalu besar justru bisa memperlambat metabolisme, memicu rasa lelah, hingga meningkatkan risiko kehilangan massa otot.
Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa menurunkan berat badan secara bertahap dan lebih aman.
3. Menjaga Massa Otot
Defisit kalori yang terkontrol, terutama jika disertai asupan protein cukup dan latihan kekuatan, membantu tubuh membakar lemak tanpa mengorbankan massa otot.
Hal ini penting agar tubuh tetap bugar dan metabolisme tetap optimal.
4. Membantu Mengontrol Pola Makan
Saat terbiasa menghitung defisit kalori, kamu akan lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi setiap hari.
Kesadaran ini membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan, makan emosional, dan konsumsi kalori tersembunyi dari minuman manis.
5. Mendukung Kesehatan Jangka Panjang
Penurunan berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta gangguan sendi.
Defisit kalori yang tepat menjadi fondasi penting untuk mencapai manfaat ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Kamu sebaiknya mempertimbangkan konsultasi ke dokter jika:
- Berat badan tidak turun meski sudah menghitung defisit kalori dengan benar
- Mengalami kelelahan berlebihan, pusing, atau gangguan menstruasi
- Memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes, gangguan tiroid, atau masalah hormon
- Sedang menjalani program penurunan berat badan dalam jumlah besar

