Selasa, 04 Maret 2025
Kepala pusing dan mual bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Kepala pusing yang disertai mual bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba atau berlangsung lama, tergantung pada penyebabnya.
Pusing dan mual bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi hingga masalah di telinga bagian dalam yang mengatur keseimbangan tubuh.
Yuk, kenali lebih dalam supaya kamu bisa mengatasi keluhan ini dengan lebih baik!
Kenali Penyebab Kepala Pusing dan Mual
Mengalami kepala pusing yang disertai mual bisa bikin aktivitas sehari-hari jadi terganggu.
Inilah berbagai penyebab kepala pusing dan mual yang perlu kamu ketahui:
1. Mabuk Perjalanan
Bepergian dengan mobil, kapal, atau pesawat bisa memicu mabuk perjalanan, terutama jika otak menerima sinyal yang bertentangan dari mata dan telinga bagian dalam.
Misalnya, saat kamu membaca buku di mobil, mata melihat halaman yang diam, tetapi telinga merasakan gerakan.
Ketidaksesuaian sinyal ini membuat otak bingung, menyebabkan rasa pusing, keringat dingin, mual, dan kadang muntah.
2. Kehamilan
Pada trimester pertama kehamilan, perubahan hormon seperti peningkatan kadar hCG (human chorionic gonadotropin) bisa memicu rasa pusing dan mual, terutama di pagi hari.
Kondisi tersebut juga dikenal sebagai morning sickness.
Selain hormon, tekanan darah yang cenderung menurun dan sensitivitas terhadap bau tertentu juga bisa memperburuk gejala ini.
3. Dehidrasi
Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang, sehingga tekanan darah bisa turun dan suplai oksigen ke otak jadi terbatas.
Hal ini bisa menyebabkan rasa pusing, lemas, serta mual.
Dehidrasi bisa dipicu oleh aktivitas fisik berlebihan, cuaca panas, atau kurangnya asupan cairan sepanjang hari.
4. Gula Darah Rendah
Saat kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia), otak kekurangan energi yang dibutuhkan untuk berfungsi optimal, sehingga memicu pusing, gemetar, keringat dingin, hingga mual.
Hipoglikemia sering terjadi jika kamu melewatkan makan, berolahraga terlalu berat tanpa asupan yang cukup, atau menggunakan dosis insulin yang berlebihan.
5. Vertigo
Vertigo merupakan sensasi berputar atau kehilangan keseimbangan yang bisa disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, seperti benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) atau penyakit Ménière.
Kondisi ini bisa dipicu oleh perubahan posisi kepala yang tiba-tiba, misalnya saat bangun dari tidur, menyebabkan pusing hebat, mual, bahkan muntah.
6. Migrain Vestibular
Migrain vestibular adalah jenis migrain yang tidak hanya menyebabkan sakit kepala, tetapi juga pusing yang intens, sensasi melayang, dan mual parah.
Gejalanya bisa dipicu oleh stres, kurang tidur, makanan tertentu, atau perubahan hormon.
Serangan migrain ini bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
7. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa pahit di mulut, dan kadang pusing serta mual.
Gejalanya sering muncul setelah makan berlebihan, makan makanan pedas atau berlemak, atau langsung berbaring setelah makan.
Asam lambung yang naik bisa mengiritasi saraf vagus, yang berhubungan dengan pusat mual di otak.
8. Gangguan Telinga
Infeksi, peradangan, atau penumpukan cairan di telinga bagian dalam bisa mengganggu organ vestibular yang mengatur keseimbangan tubuh.
Akibatnya, kamu bisa merasa pusing, mual, dan kesulitan menjaga keseimbangan.
Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti nyeri telinga, pendengaran berkurang, atau telinga berdenging.
Jika kamu sering mengalami pusing dan mual, apalagi disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera konsultasi pada dokter.
Apa Kata Riset?
Menurut riset dalam jurnal Medical Hypotheses, vertigo perifer memiliki keterkaitan dengan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
Refluks asam dan pepsin bisa masuk ke telinga tengah melalui tuba Eustachius, mengganggu tulang-tulang pendengaran dan memicu tinnitus, yang lebih sering terjadi pada vertigo perifer.
Dalam penelitian ini, 78,4 persen pasien vertigo memiliki GERD, dan dari mereka yang diuji, 33,3 persen positif infeksi H. pylori.
Sementara itu, jika seseorang sering mengalami vertigo, terutama disertai gejala GERD seperti nyeri ulu hati atau asam lambung naik, ada baiknya berkonsultasi ke dokter.
Mengelola GERD dengan perubahan pola makan, gaya hidup sehat, dan pengobatan yang tepat mungkin bisa membantu mengurangi gejala vertigo.
Begini Cara Mengatasi Kepala Pusing dan Mual
Kepala pusing dan mual bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kamu bisa ikuti langkah sederhana berikut ini untuk meredakannya:
1. Istirahat yang Cukup
Saat pusing dan mual menyerang, coba hentikan aktivitas dan cari tempat yang tenang untuk beristirahat.
Berbaring dengan kepala sedikit lebih tinggi bisa membantu mengurangi sensasi berputar dan mual.
Jika kamu mengalami vertigo, pejamkan mata dan hindari gerakan tiba-tiba sampai gejalanya mereda. Beristirahat sejenak bisa membantu tubuh memulihkan keseimbangan dan mengurangi ketidaknyamanan.
2. Perbanyak Minum Air
Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama pusing dan mual. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang, sehingga pasokan oksigen ke otak pun menurun, yang bisa memicu pusing, kelelahan, dan mual.
Pastikan kamu minum air putih secara teratur, terutama setelah berolahraga, berada di bawah sinar matahari, atau saat merasa haus berlebihan.
Hindari minuman berkafein atau beralkohol, karena bisa memperparah dehidrasi.
3. Konsumsi Makanan Ringan
Kalau pusing dan mual terjadi karena gula darah rendah, makan camilan ringan bisa membantu.
Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti biskuit, buah, atau roti panggang.
Sebaiknya kurangi makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau beraroma kuat, karena bisa memperburuk mual.
Makan dalam porsi kecil tapi sering juga bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menghindari rasa lemas.
4. Latihan Pernapasan Dalam
Teknik pernapasan dalam bisa membantu mengurangi stres dan menenangkan sistem saraf.
Duduk dengan nyaman, tutup mata, dan tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 detik.
Tahan napas sejenak, lalu hembuskan perlahan melalui mulut selama 6 detik. Ulangi beberapa kali sampai kamu merasa lebih rileks.
5. Konsumsi Teh Jahe atau Peppermint
Jahe dikenal ampuh meredakan mual karena mengandung senyawa yang membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung.
Kamu bisa menyeduh irisan jahe segar dengan air panas dan meminumnya perlahan.
Bukan hanya jahe, peppermint juga bisa mengurangi rasa mual—kamu bisa menghirup minyak esensial peppermint atau menikmati teh peppermint hangat.
6. Konsultasi ke Dokter
Jika pusing dan mual tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, kesulitan berbicara, atau pingsan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut bisa membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.
Terkadang, pusing dan mual bisa jadi tanda kondisi serius yang perlu perhatian medis, seperti vertigo parah, migrain berat, atau masalah neurologis.
1. Mual dan pusing gejala sakit apa?
Mual dan pusing bisa menjadi gejala berbagai kondisi, misalnya:
- Vertigo
- Tekanan darah rendah atau tinggi
- Migrain
- Gangguan pencernaan (dispepsia, GERD)
- Dehidrasi atau kekurangan gula darah
- Infeksi virus atau bakteri
- Kehamilan (morning sickness)
- Gangguan kecemasan atau stres
2. Apa yang harus dilakukan ketika kepala pusing dan mual?
Jika pusing dan mual datang tiba-tiba, kamu bisa coba lakukan ini:
- Berbaring atau duduk sambil memejamkan mata di tempat yang tenang.
- Minum air putih.
- Makan camilan ringan jika dipicu oleh gula darah rendah.
- Kompres dingin atau hangat.
- Hindari gerakan mendadak.
Apabila keluhan berlanjut atau makin parah, seperti disertai muntah terus-menerus, lemas ekstrem, atau nyeri dada, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
3. Pusing mual obatnya apa?
Obat yang digunakan tergantung pada penyebabnya. Umumnya obat yang dikonsumsi adalah:
- Antivertigo, misalnya Betahistine
- Antiemetik, seperti Domperidone atau Metoclopramide
- Pereda nyeri, yaitu Paracetamol atau Ibuprofen
- Antasida atau obat lambung, misalnya Omeprazole
4. Apa penyebab mual tapi tidak muntah dan pusing?
Terkadang, mual tanpa muntah disertai pusing bisa dipicu oleh:
- Asam lambung naik
- Masalah keseimbangan telinga
- Kecemasan atau serangan panik
- Efek samping obat
- Kurang tidur atau kelelahan.
Sumber : halodoc.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar